Siapkan Bekal Ketrampilan Menjadi Profesional di bidang Animal Health and Pharmaceuticals Industry, Mahasiswa Prodi Agribisnis Unggas Vokasi UMM Antusias Praktek Nekropsi Ayam

Malang – Mahasiswa semester 1 Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapatkan pengalaman belajar yang seru dan mendalam dalam kuliah praktek mata kuliah “Biologi Peternakan Unggas” pada hari Selasa lalu. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Dr. Drh. Imbang Dwi Rahayu, MKes., seorang ahli dalam bidang kesehatan unggas. Dalam praktek kali ini, mahasiswa diajak untuk mempelajari lebih jauh tentang organ-organ dalam ayam dan bagaimana melakukan diagnosis penyakit secara langsung melalui kegiatan pembedahan. Praktek ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Mereka diberi kesempatan untuk melakukan pembedahan pada ayam di bawah bimbingan langsung Dr. Imbang. Dengan peralatan medis yang sudah disediakan, mahasiswa terlihat tekun mempelajari setiap organ dalam ayam seperti hati, jantung, paru-paru, dan organ lainnya. Dr. Imbang juga memberikan penjelasan detail tentang fungsi masing-masing organ dan bagaimana mengenali tanda-tanda awal dari penyakit yang sering menyerang unggas. Kegiatan praktek ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis, tetapi juga memperkaya keterampilan praktis mahasiswa dalam menghadapi masalah kesehatan unggas di lapangan. “Pengalaman ini sangat berharga karena kami bisa langsung melihat dan memahami kondisi nyata yang mungkin akan kami hadapi di masa depan sebagai ahli agribisnis unggas,” ujar salah satu mahasiswa, Mabta Tamara, dengan semangat. Selain mempelajari anatomi ayam, mahasiswa juga diajak untuk melakukan diagnosis penyakit berdasarkan gejala yang terlihat pada organ-organ yang telah dibedah. Dr. Imbang dengan sabar menjelaskan berbagai macam penyakit yang bisa menyerang unggas, seperti penyakit Newcastle, Avian Influenza, Salmonellosis, Colibacillosis, Infectious Coryza, Chronic Respiratory Diseases (CRD), dll serta cara pencegahannya. Para mahasiswa pun diajarkan cara pengambilan sampel dan bagaimana menganalisis hasilnya di laboratorium. Kuliah praktek ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya pengendalian penyakit dalam industri perunggasan, serta memberikan bekal keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja nanti. “Melalui praktek ini, mahasiswa diharapkan bisa lebih siap dalam menangani masalah kesehatan unggas secara mandiri dan profesional,” kata Dr. Imbang, menutup acara. Perlu diketahui beberapa perusahan farmasi obat hewan banyak membutuhkan lulusan Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM, diantaranya adalah PT Medion Ardhika Bhakti, PT Zoetis Animal Health Indonesia, PT Sanbio Laboratories, PT Agro Makmur Sentosa, PT SHS International, PT Indovetraco Makmur Abadi, PT Kalbe Farma, Tbk., PT Sanbe Farma, PT Novartis Indonesia, PT Behn Meyer, dan masih banyak lagi perusahaan yang bergerak di bidang farmasi obat hewan, dan tentunya menawarkan gaji yang lumayan menarik. Dengan pengalaman praktek yang asyik dan seru ini, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM semakin termotivasi untuk mendalami bidang yang mereka pilih. Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bagaimana Fakultas Vokasi dengan moto “Skill and Job Center” berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.   Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/

Mentan Berharap Industri Ternak Unggas Kecil dan Menengah Dapat Bertumbuh

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Public Hearing III revisi Permentan No.32 Tahun 2017 Tentang Penyediaan dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi. Dalam kegiatan ini Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengundang semua stakeholder perunggasan, dari mulai peternak mandiri hingga industri perternakan besar untuk membangun iklim kondusif demi mendorong pertumbuhan perunggasan nasional. “Saya berharap nanti peternak yang kecil bisa tumbuh menjadi menengah, yang menengah tumbuh menjadi besar, dan yang besar akan menjadi semakin besar,” kata Mentan Amran. Pertemuan ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 19 Februari 2024 dan 5 Maret 2024 sebelum akhirnya draft revisi akan difinalisasikan hari ini, 29 April 2024. Mentan Amran mengatakan bahwa revisi Permentan ini merupakan buah pikiran dari seluruh stakeholder perunggasan yang nantinya akan melindungi hak-hak peternak dari peternak kecil hingga peternak besar. “Memang semuanya tidak akan senang dengan peraturan yang baru ini, tapi perubahan ini diperlukan untuk memperbaiki kondisi perunggasan Indonesia agar bisa semakin berkembang,” tambah Mentan Amran. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Nasrullah mengatakan bahwa revisi Permentan no. 32 Tahun 2017 ini akan memberi dampak positif yang signifikan bagi usaha perunggasan Indonesia. Apalagi mengingat banyaknya perubahan yang terjadi akibat perkembangan zaman, perkembangan konsumen, dan perkembangan pasar. “Hal-hal yang menjadi kendala selama 5 tahun kita masukannya ke dalam draft teknis yang akan segera ditandatangani oleh Bapak Menteri Pertanian. Harapan kita bahwa dengan adanya revisi Permentan ini maka ekosistem perunggasan nasional kita, baik untuk daging ayam ras dan telur, akan makin kondusif dan kita harapkan bisa semakin berkembang. Karena seperti yang sudah kita ketahui, kita sudah swasembada ayam dan telur bertahun-tahun,” kata Nasrullah. “Kita harapkan perunggasan nasional dapat semakin meningkat dan nanti dapat mensupport program dari Presiden terpilih, baik itu untuk minum susu maupun makan gratis, yang tentunya membutuhkan sumber pangan dari protein hewani.,” tambahnya lagi. Dalam rapat ini hadir Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Satgas Pangan, dan peternak mandiri dari berbagai provinsi Indonesia. Semuanya turut andil terhadap revisi Permentan tersebut. “Kami ucapkan banyak berterima kasih kepada Dirjen PKH yang sudah membuka ruang bagi kami berdikusi selama tiga kali dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pertanian bahwasananya beliau sangat pro pada peternak kecil,” ucap Suwardi, peternak mandiri yang tergabung dalam Komperasi Unggas Sejahtera. Hal serupa juga dikatakan oleh Muhlis Wahyudi, Sekretaris Jenderal dari Pinsar. Menurutnya, perubahan Permentan tentang Ayam Ras dan Telur ini memberikannya kesempatan untuk menyampaikan keluh kesahnya di lapangan yang selama ini sulit untuk disampaikan. “Kemarin itu kalau ada sesuatu yang terjadi di lapangan, kami susah untuk melaporkan. Kami bingung harus melapor ke siapa. Kini kami sudah ada jalan (untuk melaporkan). Peraturan ini harus dikawal dengan ketat agar kami bisa merasakan dampaknya,” ungkap Muhlis. Selain itu, Desianto Budi Utomo, Ketua Umum GPMT, berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik sebab baik penyedia pakan ternak dan peternak unggas bersatupadu jika ingin perunggasan nasional berkembang. “Tadi permintaan Pak Menteri untuk kita bisa menurunkan harga pakan. Hal ini akan dikonseling pada para anggota pabrik pakan untuk bisa mempertimbangkan penurunan harga pakan agar peternak bisa merasakan keuntungan yang nyaman sehingga bisa berbudidaya secara berkelanjutan,” tutup Desianto.   Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/

Fakultas Vokasi UMM Buka Program RPL, Lanjutkan Pendidikan Lebih Cepat dengan Biaya Terjangkau

Malang – Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk tahun ajaran 2024/2025. Program RPL di Fakultas Vokasi UMM nantinya akan mengakomodir dan mengakui capaian pembelajaran seseorang melalui pendidikan formal, nonformal, informal, dan atau pengalaman kerja. Pengalaman kerja ini nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk menyetarakan dengan kualifikasi dan mata kuliah tertentu. Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof Tulus Winarsunu mengungkapkan jika program RPL ini memang diperuntukkan bagi pegawai yang telah bekerja dan mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah ke Jenjang Setara Sarjana (D4).  Mahasiswa RPL nantinya bisa memilih jurusan di Fakultas Vokasi UMM yang cocok dengan bidang keahlian dan pengalamannya. “Jadi misal yang dulunya di tempat lain D1, D2, bisa masuk Fakultas Vokasi. Nantinya masuk D4 (Sarjana Terapan). Tinggal nambah 1 semester dengan pembiayaan yang reasonable,” ujar Prof Tulus. Untuk diketahui, Fakultas Vokasi UMM memiliki lima prodi, yakni Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas, Prodi Sarjana Terapan Bisnis Properti, Prodi D3 Keperawatan, Prodi D3 Perbankan dan Keuangan, serta Prodi D3 Teknik Elektronika. Prof Tulus mengungkapkan, selain masa studi yang relatif cepat, keunggulan program RPL yang juga terletak pada biaya studi yang proporsional. Artinya, dihitung berdasarkan jumlah sisa SKS (Sistem Kredit Semester) yang belum ditempuh. Biaya tersebut akan dibagi rata dan dibayarkan per semester. “Saya kira tidak sama dengan program reguler dengan biaya normal. Para pegawai juga bisa masuk ke Fakultas Vokasi. Pengalamannya kita akui tinggal kurang berapa mata kuliahnya,” lanjutnya. Fakultas Vokasi UMM menerapkan tiga tipe RPL, yakni tipe A1 (transfer SKS), tipe A2 (perolehan SKS) dan tipe PKP (Program Konversi Profesi). Lebih lanjut Prof Tulus mengatakan, RPL A1 merupakan jalur untuk melanjutkan pendidikan formal ke jenjang tertentu melalui transfer kredit (SKS) dari pendidikan formal di perguruan tinggi yang telah ditempuh sebelumnya (alih jenjang). Program ini terbuka untuk jenjang studi S1 dan seluruh prodi yang ada di UMM. Nantinya, mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa RPL tipe A1 akan menjalani proses pembelajaran secara tatap muka penuh.  Masa tempuh studi mahasiswa RPL A1 akan disesuaikan dengan sisa SKS yang belum terkonversi, dengan minimal masa studi selama 2 semester. Program itu dibuka untuk lulusan D3 yang ingin melanjutkan studi sesuai dengan jenjang studi yang dituju dan memiliki transkrip nilai dari pendidikan tinggi sebelumnya. Adapun RPL tipe A2 di Fakultas Vokasi UMM merupakan jalur untuk melanjutkan pendidikan formal melalui perolehan SKS secara parsial. Kredit ini dapat diperoleh dari pendidikan formal, pendidikan nonformal atau informal, dan atau dari pengalaman kerja yang relevan. Program RPL A2 ini terbuka untuk jenjang studi D3, S1 dan S2 di seluruh prodi yang ada di UMM. Mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa RPL A2 akan menjalani proses pembelajaran yang dapat dilaksanakan secara daring dan luring. Masa tempuh studi akan disesuaikan dengan sisa SKS yang belum terkonversi, dengan minimal masa studi selama 2 semester. Program RPL A2 ini dibuka untuk lulusan SMA/ SMK/ MA/ D1/ D2/ D3/ S1 yang ingin melanjutkan studi sesuai dengan jenjang studi yang dituju. Selain itu, calon mahasiswa harus memiliki pendidikan formal, nonformal, informal dan atau pengalaman kerja yang relevan dengan program studi yang dituju. Sedangkan tipe RPL di UMM yang terakhir adalah Program Konversi Profesi (PKP). Program ini merupakan jalur untuk melanjutkan pendidikan formal melalui perolehan kredit SKS secara parsial dari pendidikan formal, nonformal, informal dan atau pengalaman kerja yang relevan. Program ini tersedia untuk jenjang studi D3, D4, S1 dan S2. Berbeda dengan dua tipe sebelumnya, mahasiswa yang terdaftar dalam program RPL PKP akan berstatus sebagai mahasiswa reguler, dengan proses pembelajaran yang dapat dilakukan secara daring dan luring. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program RPL di Fakultas Vokasi UMM, calon mahasiswa bisa membuka laman vokasi.umm.ac.id. Calon mahasiswa bisa berkonsultasi langsung dan berkesempatan meraih sukses dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.   Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/

Terapkan Kuliah Berbasis Teaching Factory, Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM Kuliah Praktek di Mitra Jaya Company

Malang – Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas, Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang siap terjun ke dunia industri melalui kegiatan kuliah praktek. Kali ini, mahasiswa mengikuti kuliah praktek di Mitra Jaya Company, salah satu perusahaan ternama di bidang agribisnis unggas, khususnya penyediaan mesin tetas telur. Kegiatan ini sebagai rangkaian pembelajaran mata kuliah Teknologi Mesin Tetas yang menjadi bagian dari pembelajaran berbasis Teaching Factory. Dalam kuliah praktek tersebut mahasiswa langsung diampingi oleh dosen praktisi Angga Hadi Kurniawan SPt., para mahasiswa mendapatkan kesempatan berharga untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus langsung di lapangan. “Kuliah praktek ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa tentang proses penetasan dan Teknologi Mesin Tetas, mulai dari pemilihan telur, penanganan, hingga proses penetasan itu sendiri serta jenis-jenis mesin tetas. Kami berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami dan menguasai Teknologi Mesin Tetas dengan lebih baik,” ujar Angga. Selama kegiatan di Mitra Jaya Company, mahasiswa diajak untuk mengamati dan berpartisipasi langsung dalam setiap tahap proses pembuatan mesin tetas. Mereka belajar tentang penggunaan peralatan penetasan modern, teknik pengaturan suhu dan kelembapan, serta cara mengatasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses penetasan. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan tentang manajemen kualitas telur dan cara memastikan hasil penetasan yang optimal. Yusuf, salah satu mahasiswa peserta kuliah praktek, mengungkapkan antusiasmenya, “Pengalaman praktek di Mitra Jaya Company sangat berharga bagi kami. Kami bisa melihat langsung bagaimana teori yang kami pelajari di kelas diterapkan di industri. Ini benar-benar memperkaya pemahaman kami dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja di bidang agribisnis unggas.” Program Teaching Factory yang diadopsi oleh Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM bertujuan untuk memperpendek jarak antara teori dan praktek, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dan aplikatif. Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof. Dr. Tulus Winarsunu, Msi., menyampaikan, “Kami sangat mendukung program seperti ini karena memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa. Melalui kerjasama dengan industri, mahasiswa dapat belajar langsung dari praktisi dan memahami dinamika serta tantangan yang ada di lapangan. Kami berharap, program ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang agribisnis unggas.” Kegiatan kuliah praktek ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dan inspiratif bagi program studi lainnya. Dengan dukungan dan kerjasama yang kuat antara dunia akademis dan industri, Fakultas Vokasi UMM terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi secara signifikan di dunia kerja.   Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/

Urgensi NKV Pada Peternakan Layer

Sertifikasi NKV merupakan usaha pemerintah untuk melindungi konsumen agar mengkonsumsi produk hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) Berawal dari kebutuhan untuk menjual hasil telur antar provinsi, Purwanti pemilik FA Farm di Desa Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung mulai mempersiapkan persyaratan untuk mendapatkan NKV pada 2018 dan NKV-nya diterima pertengahan 2019. “Hanya sesuai kebutuhan, saya programkan NKV level dua karena untuk jual telur antarprovinsi, belum kepikir untuk sampai ekspor. Saya termasuk kloter pertama peternak layer (ayam petelur) di Provinsi Lampung yang mengurus NKV. Selain untuk tiga kandang yang dimiliki, saya daftarkan juga gudang telur untuk memperoleh NKV,” ungkap Purwanti. Senada dengan Purwanti, Rony Agustian, peternak layer asal Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung menuturkan bahwa NKV akan berhubungan dengan distribusi produk peternakan ayam petelur, dalam hal ini telur. Pada 2019, Pinsar Petelur Nasional (PPN) wilayah Lampung menginisiasi untuk pembuatan Nomor Kontrol Veteriner (NKV). “Awalnya kita sendiri tidak mau ikut, karena setelah dilihat persyaratannya site plan di farm harus banyak diubah. Sementara, kita memang waktu membangun farm tidak merencanakan site plan sesuai persyaratan dalam mendapatkan NKV,” ujarnya. Membutuhkan Usaha dan Dana Memang diakui Rony, dalam mengubah denah lokasi farmnya cukup mengalami kesulitan karena bangunan farm sudah jadi. Misalnya tata letak gudang yang tidak semestinya, membuat spryer dll agar sesuai dengan biosekuriti tiga zona. Dimana biosekuriti tiga zona merupakan salah satu syarat utama untuk mendapatkan NKV. “Alhamdulillah farm kita mendapatkan NKV pada akhir 2019 dengan status level 2. Memang prosesnya cukup cepat karena asosiasi bergerak sangat intens selain dukungan dinas yang cukup baik,” cetusnya. Senada dengan Rony, Purwanti yang juga Ketua Koperasi PPN Lampung mengemukakan memang untuk membangun sarana dan prasarana agar sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditentukan tim audit NKV, termasuk untuk biosekiriti tiga zona butuh dana besar juga. Namun ia jalani karena yakin tujuannya tidak saja terjaminnya keamanan pangan bagi masyarakat, khususnya telur, tetapi juga bagi peternak pasti banyak manfaat yang bakal diperoleh setelah mendapat NKV. Sementara Kusno Waluyo, pemilik Sekuntum Farm di Kabupaten Lampung Timur, Lampung utarakan memang pada awalnya untuk menyiapkan sarana dan prasarana dalam memenuhi SOP dalam sertifikasi NKV tersebut membutuhkan biaya. “Namun biaya tersebut akan tertutupi oleh manfaat yang diperoleh setelah ber-NKV,” ujarnya. Manfaat Setelah Mendapat NKV Menurut Kusno, manfaat dari NKV yang didapat oleh peternak layer dengan adanya pengakuan dan jaminan higienitas serta sanitasi yang dijalankan farm oleh pemerintah dan kewajiban peternak memenuhi aturan pemerintah. Dengan menjalankan SOP yang ditetapkan pemerintah maka otomatis tata kerja dan proses yang berlangsung di farm lebih baik. Jika ada persoalan akan lebih mudah menelusuri dan menanganinya. Lalu dengan menjalankan SOP tersebut penyakit jauh berkurang. “Jika terjadi kasus penyakit maka lebih mudah untuk menelusurinya. Lalu kepercayaan konsumen terhadap produknya juga meningkat,” cetusnya. Purwanti menyatakan banyak manfaat yang diterima setelah peternak mempunyai NKV. Di antaranya, produksi telur lebih optimal, telur bisa masuk ke pasar modern, lebih efisien dalam penggunaan obat-obatan, penyakit jauh berkurang, pekerja lebih terlatih dan prosedur kerja jelas dan kebersihan kandang lebih terjaga. Lalu setelah lima tahun mengantongi NKV maka kalau dihitung-hitung biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi persyaratan NKV tempo hari sudah terbayar. Apalagi sekarang pemerintah memberlakukan persyaratan NKV bagi telur yang dikirim keluar provinsi, sehingga peternak yang sudah mempunyai NKV tinggal menjalaninya saja tanpa ada hambatan. “Saya bersama asosiasi PPN sudah melakukan sosialisasi ke sesama peternak untuk segera mengurus NKV karena memang merupakan kewajiban yang harus dipenuhi peternak. Tetapi hingga saat ini, di Gadingrejo baru saya saja yang sudah ber-NKV. Untuk itu saya harapkan pemerintah lebih gencar lagi melakukan sosialisasi kepada peternak agar segera mengurus NKV,” ujarnya. Ia menuturkan rata-rata alasan peternak belum mengurus NKV terkendala faktor biaya. Namun karena saat ini harga telur lagi bagus maka jika pemerintah melakukan sosialisasi tentu momentumnya pas, peternak lagi untung, walaupun tidak besar. “Dengan harga telur di kandang sebesar Rp 27.000 – 28.000 per kg, maka ada untung sekitar Rp 1.000 – 2.000 per kg yang diterima peternak karena Harga Pokok Produksi (HPP) sekitar Rp 26.000 per kg disebabkan harga jagung sudah turun. Berbeda dengan sebelumnya ketika harga telur Rp 24.000 – 25.000 per kg maka untuk balik modalnya saja kurang, sementara harga jagung tinggi hingga Rp 7.500 per kg,” urai Purwanti. Disebutkan Rony, selama kurang lebih 5 tahun mempunyai sertifikat NKV, banyak manfaat yang telah didapat. Diantaranya, karyawan kandang atau anak kandang lebih disiplin dalam menerapkan biosekuriti. Kondisi kandang lebih bersih, karena sangat disiplin dalam membersihkan kandang. Menurut Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar (BTB), Yesi Yuni Astuti bahwa NKV merupakan bentuk wujud hadirnya pemerintah dalam melindungi masyarakat atau konsumen dari produk pangan asal hewan. Maka dari itu semua produsen yang memiliki produk pangan asal hewan, memang harus melengkapi diri dengan izin yang bernama NKV. “Tujuan pembuatan NKV ialah untuk melindungi konsumen atau masyarakat serta menginformasikan kalau produk ber-NKV sudah sah memenuhi syarat higienis, sanitasi, dan kehalalannya. Peternakan saya sudah ber-NKV sejak 2020,” jelas Yesi. Jenny Soelistiani, Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional (PPN) wilayah Lampung, memaparkan, sejak 2019 peternakannya sudah memiliki NKV. Ia menggarisbawahi, bahwa NKV mengubah habbit (kebiasaan) peternak dan performa ternak lebih bagus. Sehingga praktek NKV seperti biosekuriti, dampaknya ayam lebih sehat dan kasus penyakit lebih bisa diminimalisir karena recording-nya lebih bagus. Dalam pengobatannya pun terkontrol dengan dokter hewan dan rutin tes laboratorium, misalnya ada koordinasi atau edukasi akan dicatat dan diadministrasikan. Sehingga administrasinya semakin baik dan record-nya baik, akhirnya terjadinya manajemen yang baik di dalam farm tersebut.   Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/    

Kuliah Sambil Kerja di Malang, Dekan Fakultas Vokasi UMM Ungkap Kesempatan Emas Mahasiswanya

Malang, Fakultas Vokasi UMM – Bagi siswa SMA dan sederajat yang ingin melanjutkan kuliah sambil kerja di Malang, Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pilihan yang sangat tepat. Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof Tulus Winarsunu mengungkapkan, fakultasnya berusaha memfasilitasi mahasiswa untuk bisa berkuliah sambil bekerja paruh waktu. Skema part-time yang diungkapkan Prof Tulus, sapaan akrabnya, merupakan bentuk kepedulian fakultas terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial. “Bagi adik-adik yang ingin kuliah tetapi ingin sambil kerja, Fakultas Vokasi UMM juga memfasilitasinya. Misalnya, di pabrik roti atau pabrik CNC di Karangploso, mereka bisa kuliah plus akan mendapat tambahan uang saku,” ujar Prof Tulus, Selasa (16/7/2024). Pekerjaan sampingan yang dimaksud Prof Tulus, masih berkaitan dengan materi perkuliahan dan merupakan sarana praktik kuliah secara langsung di lapangan. Guru besar pertama di Fakultas Vokasi UMM ini juga menjelaskan bahwa fakultasnya menggunakan pendekatan demand-driven. Yang artinya program yang dijalankan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Sebagai contoh mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas yang bisa bekerja sebagai juru sembelih halal (Juleha) tersertifikasi BNSP. Maupun bekerja di berbagai posisi penting di perusahaan mitra lainnya. “Mahasiswa Agribisnis Unggas juga bisa bekerja di partner-partner kami dan sebagai juleha. Jadi mereka bisa dapat uang saku yang bisa ditabung,” imbuhnya. Adapun mahasiswa prodi Sarjana Terapan Bisnis Properti, bisa ikut andil dalam berbagai project strategis. Salah satunya berperan menjadi penilai pemula hingga digital marketing tersertifikasi. Untuk mahasiswa prodi D3 Keperawatan, selain praktik langsung di rumah sakit dan klinik, juga akan mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang. Bila berminat, nantinya mahasiswa berpeluang besar untuk bekerja di Jepang dengan sertifikat resmi. Peluang karir juga terbuka luas bagi mahasiswa prodi D3 Perbankan dan Keuangan Vokasi UMM. Mahasiswa yang bisa bekerja paruh waktu dan praktik langsung melalui Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Artha Sinar Sejahtera Syariah (BPRS A3S). Prof Tulus menekankan jika pekerjaan sampingan dan kuliah berbasis praktik ini merupakan bentuk kerja sama dengan para mitra demi melahirkan lulusan yang kompeten dan berpengalaman. Menurutnya, berkuliah di Vokasi UMM akan berbeda dengan kuliah sarjana pada umumnya. Perbedaan utama terletak pada sistem belajar yang sebagian besar berfokus pada praktik langsung. “Kalau Vokasi itu 70 persen hands-on, jadi lebih banyak praktik langsung. Kalau di S1 itu lebih banyak teorinya,” jelasnya. Ia pun menyebut siswa yang semasa sekolah kurang bisa fokus saat pelajaran dan lebih suka praktik, sangat cocok mendaftar ke Fakultas Vokasi UMM. “Jadi, kalau merasa lebih cocok bekerja di lapangan, masuklah di Vokasi UMM. Di sini, 90% waktu kuliah dihabiskan untuk praktik di lapangan, diajar langsung oleh praktisi dari perusahaan-perusahaan,” ungkapnya. Fakultas Vokasi UMM juga menawarkan kemudahan bagi yang ingin melanjutkan pendidikan. Misalnya, bagi mereka yang sudah memiliki gelar D1 atau D2 dari tempat lain, bisa melanjutkan ke D4 setara sarjana. “Tinggal nambah 1 semester dengan pembiayaan yang reasonable. Saya kira tidak sama dengan reguler yang biaya normal. Pegawai-pegawai juga bisa masuk kesini, pengalamannya kita akui tinggal kurang berapa mata kuliahnya,” tuturnya. Dengan berbagai keunggulan ini, Fakultas Vokasi UMM menjadi pilihan terbaik bagi siswa SMA yang ingin melanjutkan kuliah sambil kerja di Malang. Terutama bagi mereka yang memiliki passion dalam praktik langsung di lapangan.   Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/

Pacu Ekosistem Halal, Vokasi UMM Jadi Tuan Rumah Pelatihan Sertifikasi BNSP Juleha

MALANG – Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah (Vokasi UMM) Malang terus berkontribusi dalam upaya perwujudan ekosistem halal di Indonesia. Salah satunya dengan memperbanyak cakupan jumlah sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) di Malang Raya dan Jawa Timur. Di tahun 2024, Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM menjadi tuan rumah dalam Pelatihan Sertifikasi BNSP Juleha bekerja sama dengan Juleha Indonesia Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 peserta, baik dari mahasiswa Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM, perorangan maupun perusahaan di berbagai daerah di Jawa Timur. Adanya pelatihan ini memberikan bekal kompetensi kepada peserta sebelum menjalani sertifikasi BNSP Juleha di Surabaya pada 29-30 Juni 2024 nanti. Pelatihan tersebut mendatangkan instruktur dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Jatim, Dr. drh. Iskandar Muda. Dalam pelatihan tersebut mereka mendapat wawasan soal hukum syariat Islam, pedoman kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pedoman kesejahteraan hewan (animal walfare), dan tentunya teknis penyembelihan hingga mengenal perbilahan pisau. Tak hanya itu, mereka juga dibekali wawasan tentang kemajuan peternakan modern di dunia, penerapan teknologi hingga praktik penyembelihan di RPH hingga aspek pemasarannya. Pelatihan ini berlangsung dua hari pada 24-25 Juni 2024. Penyelenggaraan sertifikasi ini menjadi fokus utama bagi Fakultas Vokasi UMM, khususnya Sarjana Terapan Agribisnis Unggas dalam menghadapi dinamika usaha pangan yang sedang berkembang. Selain higienitas, faktor kehalalan juga menjadi parameter utama dalam dunia bisnis kuliner saat ini. Kaprodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM, Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt., menjelaskan kepemilikan sertifikasi kompetensi menjadi penting dalam perwujudan ekosistem halal di Indonesia. Apalagi, Kementerian Agama menargetkan seluruh juru sembelih harus memiliki sertifikasi Juleha ini sebelum periode Oktober 2024. ”Tren di masyarakat terkait konsumsi daging itu kini sudah banyak yang aware soal jaminan halal. Termasuk sertifikasi kompetensi juru sembelihnya juga. Bahkan ada usaha terkenal di Malang itu gak mau ambil daging dari juru sembelih yang tidak tersertifikasi,” ungkap Ali. Dengan adanya sertifikasi, maka jumlah Juleha yang tersertifikasi bisa meluas sehingga masyarakat muslim Indonesia mendapatkan kepastian kehalalan dan kualitas dari daging yang dikonsumsi di pasaran sehari-hari. Tidak heran jika selama ini pihaknya turut ambil bagian dalam upaya percepatan sertifikasi halal termasuk dengan mengirim seluruh mahasiswanya mengikuti sertifikasi Juleha. ”Sekarang ini sudah kali kedua kita kirim mahasiswa ikut sertifikasi, bahkan tahun ini lebih banyak,” kata Ali. Ia berharap lewat proses ini, mahasiswa memiliki kompetensi sebagai tenaga penyembelih berkualitas yang siap bekerja sebagai tenaga ahli baik di dalam maupun di luar negeri secara profesional dan tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Berbasis SKKNI No 147 Tahun 2022 (56JP).   Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/      

Fakultas Vokasi UMM Bersiap Bangun Teaching Factory Start Up Merpati Pos di Malang

MALANG – Prodi Sarjana Terapan (D4) Agribisnis Unggas, Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan membangun rintisan start up Merpati Pos. Bisnis baru ini tengah digodok bersama Perhimpunan Olah Raga Merpati Pos Racing Malang Raya atau Luchtbode. Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof Dr Tulus Winarsunu MSi mengatakan, bisnis ini akan menjadi teaching factory yang dikelola secara mandiri oleh Prodi Agribisnis Unggas. Tujuannya, sebagai media pembelajaran praktik mahasiswa sekaligus kontribusi nyata vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. “Kami ingin bangun start up dengan tiga skema dan bekerja sama dengan komunitas Merpati Pos khusus racing. Kami kira ini peluang yang bagus,” ujarnya. Dengan begitu, dosen vokasi UMM akan mulai melakukan Research and Development (R&D) atau penelitian inovatif untuk menciptakan produk baru atau mengembangkan produk pakan yang akan berkualitas dan terjangkau. “Itu akan bagus sekali. Akademisi vokasi tidak boleh hanya baca buku tapi kita bangun bersama unit usaha melalui jalur teaching factory. Jadi Prodi Agribisnis akan punya start up yang dikelola sendiri khusus menangani Merpati Pos dari berbagai sudut pandang, paling dominan di pakan,” jelas dia. Selanjutnya, dilakukan riset untuk menetapkan formula pemenuhan kebutuhan nutrisi dan kesehatan burung, terutama pada jenis Merpati Pos yang memang dilatih khusus untuk ikut perlombaan. Komposisi nutrisi itu nantinya akan disematkan pada kemasan. Misal, jumlah lemak, energi, dan sebagainya. “Jadi dosen punya pengalaman dan ilmu sebagai akademisi dan dalam kewirausahaan,” tegasnya. Untuk itu, tambah Prof Tulus, diperlukan kajian penting dari Prodi Agribisnis Unggas Vokasi UMM untuk segera mulai bergerak. Jika berjalan mulus, tidak menutup kemungkinan bisa dikaitkan dengan mata kuliah mahasiswa. “Seperti breeding. Kemudian pakan, itu dari hulu ke hilir bisa kupas. Mulai komposisi, packaging, pesanan, pengiriman, sangat kompleks sekali. Termasuk mahasiswa yang terlibat itu bisa digaji dan dihitung,” terangnya. Sehingga diskusi ini menjadi upaya bagus dalam menemukan peluang kewirausahaan bersama dunia usaha dunia industri untuk dikelola bersama. Produksi usaha ini nantinya akan ditempatkan kampus Vokasi UMM yang berlokasi di Jalan Raya Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. “Ini upaya bagus. Menemukan peluang ini tidak mudah. Saya yakin dan percaya membuat start up di Merpati Pos bisa kita kerjakan mulai sekarang. Pabriknya nanti di Karangploso,” paparnya. Senada, Kaprodi Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM Ali Mahmud SPt MPt menyebut, teaching factory ini nantinya bisa dikelola bersama banyak pihak. Selain pakan, pihaknya juga membidik silsilah perkawinan Merpati Pos untuk memunculkan generasi unggul. “Saya menangkap peluang untuk memunculkan bibit unggul. Kalau dikaitkan ke IoT (Internet of Things) kita buat silsilah yang berbasis android atau online. Dengan adanya 4.0 atau 5.0 ini, teknologi digital juga memungkinkan recording secara online. Jadi nanti cuma berbasis by barcode atau by click sehingga bisa mengetahui silsilah (merpati),” bebernya. Merpati Pos, merupakan salah satu jenis merpati di Indonesia yang mempunyai daya indera dan kecerdasan sangat baik untuk membantunya kembali ke rumah. Dengan sifat atletis dan naluri yang tajam, merpati pos adalah penerbang yang cepat dan akurat. Semakin kesini, Merpati Pos tidak cuma diminati sebagai binatang peliharaan dan hias. Namun kerap dilombakan antar-komunitas tingkat lokal, nasional, hingga ke luar negeri. Sehingga permintaan merpati pos terus tumbuh, termasuk di Malang. Salah satu pengurus Luchtbode Muhti Subiyanto menyampaikan, peminat Merpati Pos di Malang terbilang banyak, ada sekitar dua komunitas. Di mana, dalam komunitas Luchtbode Malang sendiri ada lebih dari 150 orang yang ikut terlibat menjadi anggota. Hanya saja, pada praktiknya, pemain atau peternak Merpati Posini memang memiliki beberapa kendala untuk membudidayakannya secara maksimal. Terutama, kebutuhan pakan berkualitas yang relatif tinggi. “Ini perlu dipikirkan kembali bagaimana pakan bisa di-supply yang berkualitas tapi terjangkau, terutama grit yang menjadi isu,” jelasnya. Ia menekankan bahwa bisnis merpati pun dirasa menjanjikan dan dikembangkan. Peluang industri merpati pos ini terbilang eksklusif bukan hanya di Indonesia tapi luar negeri seperti Taiwan. Sebab, cukup berbeda dengan merpati balap, merpati hias, dan sebagainya. “Harapan kami, diskusi dengan Fakultas Vokasi UMM bisa membantu permasalahan seperti cara penyediaan bibit pakan, breeding untuk pemenuhan genetik, atau mungkin metode pelatihan merpati supaya bisa memberi kemampuan yang bagus saat terbang,” pungkas dia.   Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/  

Kuliah Penuh Inspirasi dan Motivasi, Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Kuliah Langsung di Peternakan Ayam Petelur

Malang – Dalam upaya memperkenalkan dunia agribisnis perunggasan kepada mahasiswa baru, Rafwan A., S.Pt., M.Pt., dosen Prodi Sarjana Terapan) gribisnis Unggas Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan pengalaman tak terlupakan. Ia mengajak para mahasiswa baru untuk mengunjungi salah satu peternakan ayam petelur terbaik di Kabupaten Malang. Dengan langkah strategis dan penuh semangat, Rafwan ditemani oleh Noval, pemilik peternakan yang berpengalaman, memandu rombongan mahasiswa baru ke peternakan ayam petelur yang sudah beroperasi selama puluhan tahun di wilayah tersebut. Kunjungan ini bertujuan agar mahasiswa dapat lebih memahami secara langsung tantangan dan potensi dalam bisnis agribisnis perunggasan, khususnya dalam sektor peternakan ayam petelur.   Rafwan berbagi wawasan mendalam mengenai manajemen peternakan, aspek kesehatan ternak, dan strategi pemasaran produk hasil peternakan. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari buku teks, tetapi juga merasakan langsung realitas lapangan. Agribisnis perunggasan adalah dunia yang dinamis, dan pengalaman ini akan membantu mereka memahami kompleksitasnya,” ujar Dosen berlatar belakang praktisi perunggasan tersebut dengan semangat. Noval sebagai pemilik peternakan memberikan wawasan berharga tentang kunci keberhasilan dalam mengelola peternakan ayam petelur. Ini bukan hanya tentang produksi telur, tetapi juga mengenai keberlanjutan, kesejahteraan hewan, dan inovasi dalam agribisnis perunggasan, tambah Rafwan. Mahasiswa baru pun merespon positif dan diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan peternak dan pekerja di lokasi, menimba pengetahuan dari praktisi yang sudah berpengalaman dalam menjalankan usaha peternakan ayam petelur. Mereka juga diajak untuk melihat proses produksi mulai dari pemberian pakan, perawatan kesehatan hingga pengelolaan limbah. “Ini adalah kesempatan yang luar biasa. Melihat secara langsung bagaimana peternakan modern dijalankan memberikan inspirasi dan pandangan baru tentang potensi dalam agribisnis perunggasan,” kata salah satu mahasiswa baru dengan antusias. Dalam pandangannya strategisnya, Rafwan menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan agribisnis perunggasan. “Mereka adalah generasi penerus yang harus memahami bahwa agribisnis perunggasan bukan hanya pekerjaan, tetapi juga sebuah misi untuk menjaga ketahanan pangan dan ekonomi nasional,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru tidak hanya menjadi pemaham teori tetapi juga memiliki wawasan praktis yang akan menjadi landasan kuat dalam menghadapi tantangan di dunia nyata setelah lulus nanti. Rafwan berharap agar lebih banyak program serupa dapat diadakan di masa depan, memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan industri agribisnis perunggasan.   Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/

Dikunjungi Ditjen Vokasi, Fakultas Vokasi UMM Jadi Tolak Ukur Praktik Baik di Indonesia

Malang – Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diakui sebagai tolak ukur praktik baik penyelarasan peserta didik dengan dunia industri (DUDI) di luar negeri. Jika praktik baik itu diterapkan oleh semua satuan pendidikan, maka cita-cita generasi emas Indonesia pada 2045 akan terwujud. Pengakuan itu datang dari Pribudi, Pembantu Pimpinan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan (Mitas DUDI) Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek yang datang berkunjung ke Training Center (TC) Vokasi UMM pada Rabu (6/3/2024). Pribudi ingin melihat langsung potensi pemagangan luar negeri di Vokasi UMM yang selama ini telah mengirim ratusan anak Indonesia bekerja ke Jepang. Saat ini, Ditjen Vokasi terus melakukan penguatan di berbagai sisi untuk menyiapkan generasi emas 2045 yang unggul dan kompeten. ”Saya kira, berbagai praktik baik di Fakultas Vokasi UMM ini patut menjadi percontohan bagi satuan pendidikan di daerah lain. Link and match-nya jalan dengan sangat baik, selama ini sudah banyak anak kita bekerja di Jepang, memiliki masa depan yang cerah,” ujarnya. Selama ini, dari satuan pendidikan yang pernah ia lihat di sejumlah daerah belum ada yang seserius Vokasi UMM. Mulai secara aspek kebijakan, manajemen, infrastruktur hingga sinergitas dengan DUDI maupun pemerintah daerah berjalan dengan baik. Pribudi sendiri juga telah melihat langsung proses seleksi atau rekrutmen tenaga kerja perusahaan Jepang di bidang konstruksi dari Okayama, Jepang, pada Rabu (6/3/2024). Total ada 9 anak didik melakoni proses interview langsung dari pihak perusahaan Jepang. Hasilnya, 3 dari 9 pendaftar langsung diterima untuk bekerja ke Jepang dalam waktu dekat. Ada 2 orang diterima di bidang scafolding dan 1 orang di bidang operator alat berat atau alat konstruksi. Hingga sejauh ini, Vokasi UMM sudah memberangkatkan 170 lebih anak negeri bekerja ke Jepang sejak 2022. Pribudi memandang model pendidikan di Vokasi UMM perlu didiseminasikan di tingkat nasional. Dengan begitu, skema pengentasan pengangguran baik dari lulusan SMA/SMK maupun perguruan tinggi bisa ditangani secara masif, khususnya oleh Ditjen Vokasi. ”Kalau praktik-praktik baik seperti di Vokasi UMM ini diterapkan secara merata di daerah-daerah lain, maka generasi emas 2045 itu nanti akan terwujud. Sejauh ini, Vokasi UMM yang paling baik, di provinsi lain tidak ada yang seserius ini,” ujar Pribudi. Ia mengapresiasi komitmen Fakultas Vokasi UMM. Ini menjadi preseden baik bagi kekhawatiran banyak orang tua yang kesulitan menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi yang memakan banyak biaya. ”Vokasi menjadi alternatif tepat bagi mereka karena masa depannya sudah ada, integrasi dengan DUDI sudah jelas. Kalau di sekolah-sekolah umum itu kan lulus belum tentu bisa langsung kerja, enggak ada juntrungannya,” ungkapnya. ”Saya kira masa depan anak-anak di Vokasi UMM ini sangat cerah sekali. Saya merasakan roman wajah itu. Maka dari itu, saya berharap ‘gerbang’ ini bisa dibuka di mana-mana,” harapnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof Tulus Winarsunu M.Si., menuturkan, rencana diseminasi model pendidikan vokasi di UMM oleh Ditjen Vokasi menjadi kebanggaan tersendiri bagi Vokasi UMM. Prof Tulus mendukung penuh upaya pemerintah untuk membuka jalan yang cerah bagi generasi masa depan. Bagi Prof Tulus, model pendidikan keahlian dan penempatan kerja yang selama ini dirancang adalah jalan baru yang dibuat untuk generasi menentukan nasib mereka di masa depan. ”Semakin banyak anak muda yang memanfaatkan jalan ini, semakin cepat pula kemandirian Indonesia terbangun di tegah persaingan global saat ini,” kata Tulus. Tak berhenti di situ, Vokasi UMM masih akan terus menyusun skema-skema lain untuk memperluas peluang kerja generasi di luar negeri di berbagai bidang. Dengan harapan, sepulang mereka dari sana, mereka juga ikut membangun Indonesia lebih baik. ”Tentunya, masa depan itu akan lebih cerah lagi jika ‘gerbang’ ini dibuka secara utuh di mana-mana,” pungkasnya.