Mahasiswa Agribisnis Unggas Vokasi UMM Terus Berkomitmen Terapkan Teaching Factory dengan Kuliah Praktek di Peternakan Ayam Petelur Blitar

Blitar – Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalani kuliah praktek di peternakan ayam petelur milik Bapak Darmaji yang berlokasi di Desa Karanggayam Kecamatan Serengat, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Nutrisi Pakan Unggas yang bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai manajemen nutrisi dan pakan di industri perunggasan. Dosen pengampu mata kuliah, Aris Kharma, S.Pt., M.Pt., turut mendampingi mahasiswa selama praktek berlangsung. (16 Mei 2024) Kunjungan ke peternakan Bapak Darmaji ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam melihat bagaimana nutrisi pakan diterapkan secara nyata dalam usaha peternakan ayam petelur. Peternakan ini dipilih karena pengelolaannya yang modern serta penerapan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan yang baik, sehingga menjadi contoh ideal bagi mahasiswa dalam memahami standar industri. Selain itu, pemilihan peternakan juga didasarkan pada jumlah populasi ayam petelur yang mencapai lebih dari 50.000 ekor. Selama praktek, mahasiswa diajak untuk mempelajari berbagai aspek manajemen nutrisi pakan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses formulasi pakan, hingga pengaruhnya terhadap produktivitas dan kesehatan ayam petelur. Aris Kharma, S.Pt., M.Pt., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengasah keterampilan analitis mahasiswa, agar mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi yang tepat sesuai dengan fase produksi ayam. Tidak hanya teori, mahasiswa juga berkesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pengolahan pakan di peternakan tersebut. Mereka diperkenalkan dengan berbagai peralatan dan teknologi yang digunakan dalam pembuatan pakan, serta cara-cara memonitor kualitas pakan yang diberikan kepada ayam. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi dalam menjaga kualitas pakan dan kinerja produksi unggas. Menurut Bapak Darmaji, pemilik peternakan, kolaborasi dengan Vokasi UMM ini sangat bermanfaat baik bagi dunia pendidikan maupun bagi industri perunggasan. “Kami senang bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran ini, karena dengan begitu, mahasiswa dapat lebih memahami realitas di lapangan dan siap untuk berkontribusi setelah mereka lulus,” ujarnya. Kuliah praktek ini mendapatkan apresiasi positif dari mahasiswa yang merasa mendapatkan banyak pelajaran berharga. Mereka menyadari pentingnya keterampilan praktis di lapangan yang tidak bisa sepenuhnya diajarkan di dalam kelas. Dengan demikian, kegiatan seperti ini menjadi penunjang penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di industri perunggasan nasional. Jurnalis Aris karma andhika Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me: 6281260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/
Masa Depan Perunggasan Indonesia

Bidang perunggasan merupakan salah satu usaha peternakan yang mampu tumbuh secara mengesankan dan paling siap menghadapi pasar global. Hal ini membuktikan bahwa betapa pentingnya dan strategisnya perunggasan ini bagi Bangsa Indonesia. Tantangan ke depan industri perunggasan Indonesia antara lain adalah trade barrier yang sangat kompleks dan rumit, khususnya tentang kualitas produksi yang memenuhi standar baku keamanan pangan produk hasil unggas, serta aspek kesejahteraan ternak yang seringkali dipersyaratkan pasar global. Di sisi lain, usaha perunggasan Indonesia kini telah menjadi sebuah industri yang mempunyai komponen lengkap dari hulu hingga hilir, dengan perputaran dana yang meningkat dari tahun ke tahun. Jika dahulu perunggasan menjadi usaha sambilan, maka kini menjadi usaha utama, bahkan menjadi pilar bagi pertumbuhan agribisnis. Usaha perunggasan tidak hanya diartikan sebagai usaha penghasil komoditas ayam dan telur untuk pemenuhan makanan keluarga saja ayam dan telur untuk pemenuhan makanan keluarga saja, tetapi harus diartikan secara lebih luas: yaitu sebagai ujung tombak perbaikan gizi, penentu kecerdasan dan kesehatan bangsa, kekuatan ketahanan pangan nasional, menciptakan lapangan pekerjaan, menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan income per kapita. Saat ini bahkan mulai tumbuh “wiraswastawan muda dan terpelajar” yang menekuni bisnis perunggasan Perunggasan Indonesia tetap memiliki prospek yang cerah, karena ekonomi Indonesia sat ini sedang mengalami masa pemulihan, sementara konsumsi perkapitanya masih rendah. Pasar domestik yang besar, menjadi incaran bagi negara-negara penghasil untuk melemparkan produknya. Para produsen unggas Indonesia harus mampu bersaing dalam pasar gobal untuk memenuhi pasar dalam negeri dan sekaligus memanfaatkan pasar ekpor untuk meraih devisa. Yang perlu ditingkatkan antara lain adalah dalam hal produktivitas & efisiensi antara lain yakni pemanfaatan teknologi, kualifikasi dan daya saing sumber daya manusia (SDM) di bidang perunggasan, penanggulangan penyakit, dan perbaikan sarana produksi unggas seperti bibit, pakan, obat dan vitamin, serta aspek perkandangan. Sedangkan untuk meningkatkan produksi dalam menghadapi pasar, sangat diperlukan promosi untuk meningkatkan konsumsi hasil unggas, dukungan pemerintah dan regulasi yang kondusif, serta distribusi produksi serta pemasarannya. Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/
Giliran Daihatsu, Perusahaan Mobil Ternama Dunia Lirik UMM Jalin Kerja Sama Program On The Job Training

MALANG – Kemonceran nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menyiapkan angkatan kerja berkualitas dan berdaya saing global semakin diakui. Salah satunya datang dari perusahaan mobil ternama dunia asal Jepang, Daihatsu Motor Kyushu Co., Ltd. Bahkan, pihak Daihatsu datang langsung sendiri ke UMM untuk menjajaki kerja sama strategis tersebut. Pertemuan membahas program On the Job Training tersebut digelar di Gedung Rektorat UMM, Kamis (25/7/2024). Turut hadir Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM Muhamad Salis Yuniardi M. PSi PhD, Dekan Fakultas Vokasi UMM Prof. Tulus Winarsunu, dan jajaran lainnya. Sementara dari pihak Daihatsu diwakili oleh HRD Daihatsu Motor Kyushu Co., Ltd., Shimada. Kerja sama ini dihadiri pula oleh jajaran Sending Organization (SO) dari PT OS Selnajaya Toru Horike, perwakilan perusahaan Forward selaku Accepting Organization (AO), Hiromasa Iori dan Nobuyuki Kumakura dan dari Hasna Shafa Gutapramesari ASNA dari ORJ (Registered Support Organization) yang support kehidupan orang Indonesia di Jepang. Daihatsu tertarik menjalin kerja sama ini mengingat kiprah UMM telah dikenal baik dalam menyiapkan angkatan kerja yang berkualitas dan berdaya siang global. Selama 4 tahun terakhir, lebih dari 200 alumni telah dikirim untuk bekerja di Jepang di berbagai bidang. UMM Buka Peluang Mahasiswa ke Jepang Dalam pertemuan tersebut, WR IV UMM Muhamad Salis Yuniardi M. Psi PhD., tertarik dengan rencana program internship tersebut. Apalagi dalam kerja sama ini dihadiri langsung oleh pihak perusahaan penerima hingga perusahaan penjamin kehidupan sehari-hari peserta. Baca Juga: Cerita Alumni Vokasi UMM Melewati Berbagai Kesulitan saat Kuliah, Kini Merajut Mimpi di Jepang ”Pada prinsipnya kami mendukung kelanjutan dari program ini karena bisa memberikan pengalaman bagi mahasiswa bekerja ke luar negeri sebelum lulus. Jadi, perlu ada pertemuan kembali agar terjadi kesepakatan final dan terbaik bagi mahasiswa kami,” tuturnya. Pada intinya, pihaknya akan memastikan hasil kerja sama ini menjamin mutu program, kesejahteraan dan ekspektasi dari para peserta program. Meski memang nantinya di lapangan para peserta akan bekerja di satu divisi bersama para lulusan SMK. ”Tadi sudah saya konfirmasi juga ternyata nanti ada kelas pengayaan yang berbeda terhadap peserta program dari UMM, akan ada kelas-kelas pengayaan yang nanti akan mengarah ke level lebih tinggi,” ujar Salis. Di sisi lain, program On The Job Training ini semakin terjamin karena sebelum berangkat, peserta akan mendapat pelatihan khusus di Training Center (TC) Vokasi UMM yang sudah kredibel dalam menjadi jembatan bagi peserta didik ke dunia industri. ”Untuk pembekalan peserta, mulai pelatihan bahasa, budaya dan organisasi di Vokasi UMM sudah siap dan sangat berpengalaman dalam hal ini. Jadi, ke depannya perlu sinergi yang apik dalam menangkap peluang ini,” harapnya. Peluang Kerja di Daihatsu Jepang Terbuka Lebar HRD Daihatsu Motor Kyushu Co., Ltd., Ran Shimada, mempresentasikan langsung terkait prospek karir dan berbagai benefit yang didapat mahasiswa UMM. Sejauh ini, Daihatsu bisa memproduksi 460 ribu unit setiap tahunnya. Perusahaan ini telah memiliki sekitar 4.500 karyawan. 230 orang di antaranya adalah tenaga magang dan training dari Indonesia. Ia menjelaskan pemagang teknis nantinya akan ditempatkan di bagian pengelasan, pengecatan dan perakitan. Bukan apa-apa, tiga bagian dasar ini menjadi tahapan awal yang harus diikuti seluruh karyawan. Itu, kata Shimada, adalah prinsip utama perusahaan. ”Baru setelah itu, para peserta bisa ditempatkan di bagian lain seperti pengembangan teknologi, engineering dan lain-lain. Untuk peserta mahasiswa dari UMM, bisa mendapat peluang lebih untuk direkrut sebagai karyawan oleh Daihatsu,” ungkap Shimada. Lebih lanjut, untuk benefit gaji, meski berstatus peserta program internship, mereka tetap akan mendapat honor yang berkisar antara 125 ribu yen atau setara Rp12 juta hingga 20 juta. ”Termasuk untuk jaminan pembiayaan akomodasi berangkat hingga tempat tinggal sehari-hari pasti terjamin,” kata Shimada. Sementara, Toru Horike dari PT OS Selnajaya menambahkan, dalam kerja sama perdana dengan Daihatsu ini disediakan slot 10-20 orang. Jika nanti berjalan lancar, ke depannya bisa diperluas hingga 200 orang. ”Berhubung kami punya kerja sama yang baik selama ini dengan Vokasi UMM, maka program ini kali pertama kami tawarkan ke UMM. Kemungkinan bisa 20 orang kami berangkatkan ke Jepang pada 2025 nanti,” imbuh Horike. Menurutnya, perusahaan di Jepang kini sedang membuka lebar peluang kerja sama mendatangkan tenaga kerja dari Indonesia. Khususnya di bidang teknisi mesin. “Nilai plusnya, benefit program On the Job Training ini terletak pada peluang peserta mendapatkan rekomendasi untuk direkrut baik di Daihatsu Kyusu maupun Indonesia jika programnya telah selesai,” bebernya. Waktunya Tumbuhkan Mindset Diaspora Sementara, Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof. Tulus Winarsunu, menjelaskan kedatangan perusahaan mobil ternama dunia Daihatsu ke UMM adalah bukti dari kiprah Fakultas Vokasi UMM yang getol mengusung misi diaspora di perguruan tinggi. Daihatsu menjadi perusahaan ternama kesekian di Jepang yang melirik UMM sebagai mitra strategis. Vokasi UMM sendiri bersama PT OS Selnajaya telah menelurkan banyak angkatan kerja melalui berbagai skema di TC Vokasi UMM. ”Skema kerja sama pertama kali dengan Daihatsu ini menjadi kabar gembira. Karena mahasiswa UMM sudah bisa magang ke sana setahun sebelum lulus. Kalau bagus, peluang menjadi karyawan tetap di sana juga tinggi. Tentunya, kami dengan tangan terbuka mendukung program ini,” jelas Prof Tulus. Program On The Job Training Daihatsu ini diharap menjadi pintu masuk yang dapat dimanfaatkan para mahasiswa UMM, khususnya Prodi Teknik Mesin. Pekerjaan rumah selanjutnya merupakan tugas bersama untuk menumbuhkan mindset diaspora pada mahasiswa. Dengan begitu, peluang kerja sama yang sudah dibuka lebar-lebar selama ini dapat termanfaatkan dengan baik. Vokasi UMM sendiri telah mengawali membuka jalan ini sejak lama. “Saya kira, sudah waktunya kita scale up mindset diaspora kita di UMM, karena tawaran program ini akan terus berlanjut ke depannya. Jadi, perguruan tinggi tidak hanya sebagai tempat belajar saja, tapi juga sudah menyediakan link ke dunia kerja,” tegasnya. Penulis Aris Karma Andhika Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/
Mahasiswa Agribisnis Unggas Vokasi UMM Raih Sertifikasi JULEHA (Juru Sembelih Halal)

Malang – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih sertifikat kompetensi sebagai Juru Sembelih Halal (JULEHA) setelah mengikuti pelatihan intensif yang diselenggarakan di kampus. Pelatihan tersebut dipandu oleh Dr. drh. Iskandar Muda dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Jawa Timur, seorang ahli di bidangnya yang memiliki pengalaman luas dalam industri halal. Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari (24-25 Juni 2024) dan diikuti oleh mahasiswa semester 2 dan 4 Prodi Agribisnis Unggas, Fakultas Vokasi – UMM. Mereka tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teori mengenai pentingnya penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam, tetapi juga praktik langsung dalam proses penyembelihan hewan unggas. Dr. drh. Iskandar Muda, yang menjadi instruktur dalam pelatihan ini, memberikan materi secara mendalam dan memastikan setiap peserta mampu memahami dan mengaplikasikan teknik penyembelihan halal dengan benar. Kepala Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM, Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt., menyambut baik keberhasilan para mahasiswa dalam meraih sertifikat JULEHA ini. Menurutnya, kepemilikan sertifikasi kompetensi seperti ini sangat penting dalam mendukung ekosistem halal di Indonesia. “Sertifikasi ini tidak hanya memperkuat kualitas lulusan kami, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya mendukung industri halal yang kini semakin berkembang di Indonesia,” ujar Ali Mahmud. Pelatihan JULEHA ini sejalan dengan Visi Fakultas Vokasi – UMM untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki sertifikasi yang diakui secara nasional maupun internasional. “Dengan sertifikasi ini, mahasiswa kami akan memiliki nilai tambah yang signifikan ketika memasuki dunia kerja, terutama di sektor yang memprioritaskan aspek kehalalan dalam proses produksinya,” tambah Ali Mahmud. Mahasiswa yang telah lulus sertifikasi ini mengaku sangat terbantu dengan pelatihan yang diadakan. Salah satu peserta, Fariz H., menyatakan bahwa pengalaman ini sangat berharga karena memberikan wawasan baru yang langsung bisa diterapkan di industri. “Saya merasa lebih percaya diri untuk terjun ke dunia kerja karena telah memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat JULEHA ini,” ungkapnya. Dengan adanya pelatihan seperti ini, Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi – UMM terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di industri perunggasan dan agribisnis, serta mampu mendukung ekosistem halal di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/
Prospek Bisnis Unggas di 2024 dan Tantangan Efisiensi Produksinya

Jika menyimak kinerja industri perunggasan baik ayam ras pedaging maupun petelur di sepanjang 2018 hingga 2023, maka terlihat adanya struktur biaya budidaya di tingkat peternak rakyat mandiri masih di atas harga acuan penjualan yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional; pasar ayam hidup terindikasi over supply; kebijakan pemerintah di sektor peternakan yang belum berpihak kepada industri peternakan ayam ras dalam negeri, terutama pada peternak mandiri; penegakan aturan yang dikeluarkan pemerintah lemah; dan jumlah peternakn rakyat mandiri terus menurun, dan termaginalisasi. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia Eddy Wahyudin di Cibubur (21/11). Lebih lanjut ia memaparkan, kebutuhan DOC (anak ayam umur sehari) setiap minggunya diperkirakan sekitar 50-55 juta ekor DOC, namun produksinya masih di atas itu. Kondisi suplai berlebih tersebut menyebabkan jatuhnya harga DOC. Sedangkan meningkatnya harga pakan telah menyebabkan harga pokok produksi di tingkat peternak menjadi tinggi, dan harga jual masih di bawah harga acuan penjualan. “Bansos stunting memberi efek secara psikologis untuk meningkatkan harga dan penyerapan live bird (ayam hidup),” kata Eddy. Dalam pandangan Pinsar Indonesia, beberapa catatan menyongsong 2024 yakni harapan akan terbentuknya ekosistem perunggasan yang bersifat sinergis, sehingga berdampak dan masyarakat selaku konsumen. Harga telur dan daging broiler yang membaik akan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi para peternak sepanjang supply produksi baik telur maupun daging tidak mengalami penambahan ppopulasi. Kondisi ke depan perunggasan, dihdarapkan akan semakin baik jika dibarengi dengan regulasi-regulasi dari pemerintah, dalam hal ini dari Kementerian pertanian yang dalam kebijakan-kebijaknnya berpihak pada peternak rakyat. Baca juga: Kuliah Sambil Kerja di Malang, Dekan Fakultas Vokasi UMM Ungkap Kesempatan Emas Mahasiswanya Hal lain yang digarisbawahi adalah adanya upaya membangun keseimbangan hulu dan hilir melalui penetapan harga acuan pembelian atau penjualan (HAP) jagung, telur dan ayam. Sedangkan dalam rangka meningkatkan produksi jagung nasional mulai dari hulu hingga hilur, diharapkan untuk ditempuh dengan pemerataan pendistribusian dari sentra-sentra produksi ke wilayah-wilayah yang produktifitas jagungnya rendah. Catatan berikutnya adalah, Eddy Wahyudin menandaskan perlu adanya peninjauan ulang mengenai regulasi yang berpihak kepada peternak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Dalam konteks penyerapan daging ayam dan telur, hal ini tidak hanya dilakukan dengan cara penunjukkan BUMN bidang pangan, namun seluruh produsen pakan dan DOC dapat bertanggung jawab untuk menyerap ketika harga di bawah harga acuan,” kata Eddy Wahyudin. Untuk dapat meningkatkan daya saing produksi unggas di tingkat peternak rakyat, salah satu solusinya adalah bisa dengan melakukan efisiensi budidaya unggas. Efisiensi yang dibarengi dengan peningkatan produktifitas dapat terwujud dengan penerapan teknologi di lapangan. Teknologi semacam apa yang dapat membuat usaha budi daya berjalan efisien? CEO & Co-Founder BroilerX Prastyo Ruandhito dalam acara yang berbeda menyatakan, teknologi tersebut harus berbasis dengan kebutuhan. Artinya tidak harus mahal. Teknologi yang hendak digunakan juga harus mudah diakses dan memberikan manfaat serta dapat mengoptimalkan produksi. Selain itu, “teknologi juga harus dapat menekan biaya produksi, tanpa mengurangi performa, serta jelas kapan hitungan balik modalnya,” kata Prastyo Ruandhito. Dalam pemanfaatan teknologi tersebut, kemampuan suatu usaha perunggasan untuk menyerap berbagai teknologi terkini menjadi faktor terpenting, sehingga adopsi teknologi dapat berlangsung dengan baik, dan dapat seoptimal mungkin dapat diraih manfaatnya. Untuk itu suatu usaha perunggasan harus bisa mengelola sumber daya manusia yang dimilikinya untuk dapat mengadopsi teknologi digital, agar sebesar-besarnya termanfaatkan bagi aktivitas usaha yang dijalani. “Keunggulan pemanfaatan teknologi inilah yang menjadi salah satu faktor penentu penting dalam peningkatan daya saing baik di tingkat regional maupun global. Jika hal itu bisa diterapkan oleh para pelaku usaha perunggasan di Indonesia, maka daya saing pun akan meningkat. Intinya usaha harus berjalan efisien, produksi maksimal, biaya ditekan seminimal mungkin dan ujungnya pendapatan peternak bisa meningkat,” kata Prastyo Ruandhito. Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/
Kuliah Bukan Sekedar Teori di Kelas, Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Menggali Ilmu Bisnis Perunggasan di Peternakan Broiler Modern

Malang – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengukir prestasi gemilang dalam mata kuliah Bisnis Broiler yang diampu oleh dosen yang telah berpengalaman di berbagai perusahaan, Rafwan Afandi, S.Pt., M.Pt. Mereka melaksanakan kuliah praktek di Imam Farm, yang terletak di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Dimana Imam Farm bergerak dalam bidang budidaya peternakan broiler. Imam Wahyudi selaku pemilik peternakan tersebut, merupakan alumni UMM yang sukses dalam bisnis broiler. Kuliah praktek ini merupakan bagian integral dari kurikulum yang dijalankan oleh Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam mengelola bisnis broiler. Dalam praktek ini, mahasiswa diajari berbagai aspek bisnis broiler, mulai dari manajemen peternakan, pakan, housing and equipment, kesehatan unggas, hingga pemasaran produk serta kalkulasi bisnis broiler pola kemitraan. Imam Farm, yang dimiliki oleh alumni UMM, Imam Wahyudi, adalah contoh sukses dari penerapan ilmu bisnis broiler. Farm ini dikenal sebagai salah satu peternakan modern di Kabupaten Malang, khususnya di Kecamatan Ngajum dengan populasi lebih dari 10.000 ekor dengan menerapkan kandang Close House System. Imam Wahyudi adalah contoh inspiratif bagi para mahasiswa, yang telah membuktikan bahwa pengetahuan yang mereka peroleh di UMM bisa diaplikasikan dalam dunia nyata dengan sukses, terlebih didukung kurikulum yang menekankan 70% praktek di Dunia Usaha dan Dunia Industri (perusahaan mitra) dan 30% teori di kelas. Rafwan, dosen yang mengampu mata kuliah Bisnis Broiler, mengatakan, “Kuliah praktek ini adalah peluang emas bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi yang sukses. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam menjalankan bisnis broiler. Ini akan membantu mereka menjadi lulusan yang siap berkontribusi dalam industri perunggasan”. Mahasiswa yang terlibat dalam kuliah praktek ini sangat bersemangat. Mereka mengapresiasi kesempatan untuk belajar dari pengalaman langsung, dan mereka merasa terinspirasi oleh kesuksesan Imam Wahyudi. Mereka berharap dapat mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh selama kuliah praktek ini dalam karir mereka di masa depan. Kuliah praktek ini adalah contoh nyata bagaimana Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM terus berusaha untuk memberikan pendidikan yang relevan dan berkualitas kepada mahasiswanya, sehingga mereka siap bersaing di dunia kerja. Keberhasilan mahasiswa dalam mengambil tantangan bisnis broiler di Imam Farm merupakan cerminan dari kualitas pendidikan di UMM, khususnya Fakultas Vokasi. Pengalaman kuliah praktek ini di Imam Farm memberikan pandangan mendalam tentang dunia bisnis broiler dan membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam industri agribisnis perunggasan. Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/
Upgrade Knowledge and Skills, Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Gandeng Dosen Praktisi dalam Kuliah Praktek Program Pengendalian Penyakit

Malang – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas dari Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mencapai prestasi luar biasa dalam mata kuliah praktik Pengendalian Penyakit Unggas pada Layer. Dalam kolaborasi positif ini, mahasiswa menimba ilmu langsung bersama seorang praktisi kompeten, drh. Desy Andriani, owner Karlos Satwa Sehat, yang berlokasi di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Mata kuliah Program Pengendalian Penyakit, diampu oleh Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt., dan drh. Desy Andriani, adalah salah satu tonggak penting dalam pendidikan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM. Dalam kuliah praktik ini, mahasiswa mempelajari strategi pengendalian penyakit unggas, khususnya layer yang penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas telur. Drh. Desy Andriani, seorang praktisi berpengalaman dalam bidang kesehatan hewan, memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa tentang pengendalian penyakit unggas. Peternakan Karlos Satwa Sehat adalah contoh nyata tentang penerapan praktik terbaik dalam menjaga kesehatan hewan kesayangan secara umum, serta unggas pada khususnya. Kolaborasi ini memberikan peluang berharga bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi yang memiliki pengalaman langsung dalam Industri Agribisnis Unggas. Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melihat dan merasakan bagaimana program pengendalian penyakit unggas di dunia nyata dilakukan. Adapun beberapa tawaran posisi pekerjaan yang relevan atas pengalaman kegiatan ini diantaranya adalah Technical Service/Sales Representative, Konsultas Kesehatan Unggas, Manager Broiler/Layer Farm, dllm, tentunya dengan tawaran gaji yang sangat menarik setiap bulannya. Mahasiswa yang terlibat dalam kuliah praktik ini merasa sangat termotivasi oleh kesempatan ini. Mereka mengapresiasi pendekatan praktis yang diberikan oleh drh. Desy Andriani dan Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt. Keberhasilan Peternakan Karlos Satwa Sehat adalah inspirasi bagi mereka, dan mereka berharap dapat menerapkan pengetahuan ini dalam karir mereka di masa depan. Kolaborasi Program Studi dan DUDI (Dunia Usaha dan Industri) ini mencerminkan komitmen Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM untuk memberikan pendidikan yang relevan dan praktis bagi mahasiswanya. Dengan dukungan dari drh. Desy Andriani, para mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM siap menghadapi tantangan di dunia Agribisnis Unggas yang terus berkembang. Kerjasama ini telah membuka pintu bagi generasi muda untuk mencapai kesuksesan di industri peternakan yang menjanjikan karir dan cuan di masa mendatang. Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/
Tingkatkan Skill di Industri Pakan Ternak, Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM Laksanakan Proximate Analysis di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak

Malang – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melakukan TEFA melalui kuliah praktek yang diadakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak UMM. Kegiatan ini, yang merupakan bagian dari mata kuliah Nutrition and Flock Health, didampingi langsung oleh laboran berpengalaman, dan dirancang untuk memberikan pengalaman praktis yang mendalam sesuai dengan Visi Fakultas Vokasi sebagai “Skill and Job Center”. Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak UMM menyediakan fasilitas lengkap dan modern yang memungkinkan mahasiswa untuk melakukan berbagai eksperimen dan analisis terkait nutrisi. Dalam kuliah praktek ini, mahasiswa diajarkan cara menganalisis kandungan nutrisi pakan ternak, memahami kebutuhan gizi unggas, dan merumuskan ransum pakan yang optimal untuk kesehatan dan produktivitas unggas. “Pendampingan langsung dari laboran berpengalaman memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan bimbingan praktis dan teknis yang sangat berharga,” ujar salah satu mahasiswa, Riska Febri Rahana. “Kami tidak hanya belajar tentang teori nutrisi dan kesehatan unggas, tetapi juga langsung mengaplikasikannya dalam eksperimen nyata di laboratorium.” Baca juga: Kuliah Sambil Kerja di Malang, Dekan Fakultas Vokasi UMM Ungkap Kesempatan Emas Mahasiswanya Kegiatan ini mencerminkan komitmen Fakultas Vokasi UMM dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Dengan metode pembelajaran berbasis Teaching Factory, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung, yang tidak hanya memperdalam pemahaman mereka tentang materi kuliah, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk tantangan di dunia industri. Dosen pengampu mata kuliah Nutrition and Flock Health, Dr. Akhis Soleh Ismail, S.Pt., menyatakan, “Melalui kuliah praktek ini, kami berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan keterampilan praktis. Kami ingin mereka siap menghadapi dunia kerja dengan kompetensi yang mumpuni di bidang nutrisi dan kesehatan ternak.” Kegiatan kuliah praktek ini juga mendapatkan apresiasi dari Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si. “Visi kami adalah menjadikan Fakultas Vokasi sebagai pusat keterampilan dan lapangan kerja. Dengan memberikan pengalaman praktek yang intensif dan relevan, kami berusaha mewujudkan visi tersebut. Mahasiswa kami harus siap bersaing dan berkontribusi positif di dunia industri.” Selain mengasah keterampilan teknis, kuliah praktek ini juga diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa untuk terus berinovasi dan mengembangkan solusi dalam bidang agribisnis unggas. Dengan dukungan fasilitas dan tenaga ahli di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak UMM, mahasiswa diharapkan dapat menjadi pionir dalam penerapan teknologi dan manajemen nutrisi ternak yang efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM serius dalam mengimplementasikan pendidikan berbasis keterampilan dan praktik industri, khususnya di sektor perunggasan. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, mahasiswa Agribisnis Unggas siap menghadapi masa depan dan memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan sektor agribisnis di Indonesia. Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Puji Training Center Fakultas Vokasi UMM

Malang – Terobosan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menyediakan training center profesional di Kota Malang bahkan Jawa Timur. Mendapat pujian dari Wakil Menteri (Wamen) Ketenagakerjaan Republik Indonesia Afriansyah Noor. Afriansyah Noor sempat mengunjungi langsung Outsourcing Training Center (OSTC) Fakultas Vokasi UMM, pada Kamis 27 Juni 2024 kemarin. Usai hadir dalam Sharing Session di Ruang Sidang Senat (RSS) bersama jajaran rektor, wakil rektor dan Dekan UMM. Kedatangan Wamen Ketenagakerjaan disambut antusias ratusan siswa yang berbaris rapi mengenakan seragam biru. Mereka kemudian memberi ucapan selamat datang dalam bahasa Jepang pada Afriansyah Noor. Afriansyah Noor mengapresiasi kemampuan peserta yang sudah fasih berbahasa Jepang. Apalagi di OSTC Vokasi UMM yang berkolarasi dengan OS Selnajaya ini, para peserta juga mendapatkan pelatihan dan nantinya sertifikasi profesional untuk bekerja di negeri Sakura. Pelatihan keterampilan juga diberikan langsung oleh asosiasi yang datang langsung dari Jepang. Juga oleh alumni yang sudah pernah tinggal dan bekerja di Jepang. “Anak-anakku termasuk beruntung ya bisa bekerja di negara Jepang. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya,” kata Afriansyah. Afriansyah pun berpesan pada para peserta di Training Center Vokasi UMM agar tak menggunakan uang hasil kerja untuk foya-foya. Ia mengingatkan agar nantinya sepulang dari Jepang mereka bisa membuka usaha sendiri di Indonesia dan membantu orang tuanya. Afriansyah juga menyebut jika Jepang merupakan negara yang dikenal tegas dan memiliki kedisplinan tinggi. Ia pun menekankan agar peserta bisa memposisikan diri sebaik mungkin dan menjadi duta bangsa Indonesia. “Bukan hanya sebagai orang yang bekerja tapi juga sebagai duta bangsa. Bila perlu perkenalkan negara Indonesia pada bangsa Jepang bahwa bangsa Indonesia seperti ini,” ujar Afriansyah. Sementara Dekan Fakultas Vokasi UMM, Tulus Winarsunu yang turut mengantar Wamen Afriansyah berkeliling di gedung OSTC menyebut jika kedatangan Wamen Ketenagakerjaan menjadi penguat tersendiri bagi pengembangan program di fakultasnya. “Training center itu ternyata telah terbaca oleh orang luar termasuk Pak Wamen dan ingin melihat langsung apa-apa yang dilakukan dan perencanaan kedepannya seperti apa. Saya menyambut gembira karena ini lebih menguatkan Program Vokasi UMM yang utamanya untuk menjadi skill and job center,” ujar Tulus. Tulus menjelaskan jika OSTC Vokasi UMM berkomitmen memberi peserta berbagai pelatihan keterampilan yang dibutuhkan untuk negara-negara yang membutuhkan, khususnya dari Jepang. “Jadi ada pelatihan bahasa Jepang dan pelatihan keterampilan profesional yang nantinya disebut SSW atau specified skill worker,” tutur Tulus. Setelah menyelesaikan pelatihan selama 6 hingga 12 bulan, nantinya peserta di OSTC harus menyelesaikan serangkaian tes sertifikasi yang dilaksanakan langsung oleh asosiasi. Setelah itu mereka akan mendapatkan kontrak kerja 5 tahun dan nantinya siap berangkat ke Jepang. “Kita urus disini SDM-nya sampai dinyatakan lulus oleh asosiasi-asosiasi yang menaungi yang pekerjaan itu. Asosiasi ini datang sendiri ke vokasi (UMM) untuk melakukan ujian pada para peserta kemudian nanti selesai nanti bibawa ke Jepang untuk bekerja,” kata Tulus. Usai kunjungan langsung dari Wamen Ketenagakerjaan, Tulus mengungkapkan rencana pengembangan sistem pendukung di OSTC Fakultas Vokasi dengan bantuan Kementerian. Termasuk upaya penyelenggaraan tes bahasa Jepang di UMM untuk umum dan pekerja yang akan ke Jepang. “Tadi ada pembicaraan untuk evaluasi atau tes bahasa Jepang itu bisa dilakukan di UMM melalui bantuan dari Kementerian ketenagakerjaan. Karena selama ini tes bahasa Jepangnya harus di Surabaya. Dan itu satu-satunya di jawa timur dan itu berebut,” ujar Tulus. Let’s Join Us.! Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Vokasi UMM Wa Me. 081260611555 https://online.umm.ac.id/ https://d4agribisnisunggas-vokasi.umm.ac.id/
Upaya Vokasi UMM Menembus Pasar Global, dari Jepang hingga Timur Tengah

MALANG – Upaya menembus pasar tenaga kerja global terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, difasilitasi oleh Fakultas Vokasi UMM. Rupanya, upaya memantapkan prospek menembus pasar global itu mendapat atensi media Jepang, Nikkei.Inc. Hal ini dibuktikan dengan keseriusan Nikkei.Inc yang mengirim jurnalisnya untuk melakukan wawancara khusus kepada pihak UMM, pada Jumat (19/7/2024). Wawancara yang berlangsung di Kapal Garden Hotel itu, dihadiri langsung Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, PhD, dan Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof. Tulus Winarsunu. Turut hadir pula media Malang, yakni Tugumalang.id. Mereka banyak membahas tentang prospek, peluang kerja di Jepang, dan strategi UMM untuk menembus pasar luar negeri. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, PhD, mengatakan mendorong keterserapan tenaga kerja di pasar global adalah tantangan baru. Terutama dalam menyiapkan lulusan yang profesional dan siap terjun ke berbagai tempat di berbagai negara. Untuk itu, membuka peluang keterserapan kerja hingga ke luar negeri menjadi perhatian tersendiri bagi kampus. Hal ini seiring dengan target penerimaan mahasiswa baru yang meningkat sekitar 2,5 persen tiap tahun. Baca juga: Siapkan Bekal Ketrampilan Menjadi Profesional di bidang Animal Health and Pharmaceuticals Industry, Mahasiswa Prodi Agribisnis Unggas Vokasi UMM Antusias Praktek Nekropsi Ayam “Penerimaan mahasiswa baru terus meningkat 2,5 persen tiap tahun. Sedangkan saat ini, lapangan kerja semakin kompetitif. Karena itu, sebagai solusinya, kami kembangkan lapangan kerja ke luar negeri, termasuk Jepang,” katanya. Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof. Tulus Winarsunu, MSi, menambahkan bahwa Fakultas Vokasi UMM banyak menggaet kerja sama dengan perusahaan internasional di berbagai negara, terutama Jepang. Ada sekitar lebih dari 29 perusahaan yang tersebar di 17 prefektur di Jepang berhasil digandeng. Menurutnya, negeri Bunga Sakura itu memiliki aspek yang unggul baik dari segi regulasi, fasilitas, pendapatan, hingga budaya kerja. Terlebih, faktor demografis menyebabkan berbagai sektor industri Jepang membutuhkan lebih banyak tenaga kerja yang memadai. “Sebenarnya, semua negara peluangnya sama, tapi secara regulasi di Jepang lebih simple, jelas dan perlindungan kerjanya lebih bagus,” jelasnya. Secara umum, sambung Prof. Tulus, UMM memiliki visi untuk memperpendek masa tunggu dari lulus untuk mendapat pekerjaan. “Maka kita buka semua pintu di semua negara, baik luar dan dalam negeri,” tegasnya. Untuk mempersiapkan lulusan sebagai tenaga kerja yang profesional, UMM merancang pemetaan dari awal. Pemetaan itu, dibagi berdasarkan minat mahasiswa sejak awal masuk perkuliahan. “Mahasiswa yang minat untuk ke Jepang, dari awal diarahkan untuk mengambil Bahasa Jepang, bukan saja Bahasa Inggris. Tak cuma itu, kami juga mengajarkan Bahasa Mandarin,” ungkapnya. Pihaknya juga memakai konsep Teaching Factory (TEFA) dengan konsep pembelajaran bernama Factory Training and Production Collaboration Project. Artinya, mahasiswa dilibatkan secara konkrit dari hulu ke hilir dalam proses industri. Ada program Training Center (TC) Vokasi UMM yang bermitra dengan PT OS Selnajaya Indonesia. UMM memiliki program CoE yang turut relevan dalam menyiapkan lulusan untuk langsung terjun di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain Jepang, ratusan mahasiswa UMM juga banyak terserap bekerja di perusahaan-perusahaan internasional di banyak negara. Seperti Timur Tengah, Malaysia, Singapura, Jerman, Taiwan, dan lainnya. Tulus menambahkan, terdapat dua skema ke luar negeri yang tersedia, ada G2G atau Government to Government yakni skema penempatan bersama pemerintah dan B2B atau Business to Business, adalah skema penempatan melalui mitra. Ke depan, ia berharap praktik baik di Fakultas Vokasi UMM ini dapat menjadi percontohan bagi satuan pendidikan vokasi lainnya. Untuk itu, berbagai skema lain untuk memperluas peluang kerja generasi ke luar negeri di berbagai bidang juga terus digodok. Dengan harapan, sepulang mahasiswa ini dari luar negeri, bisa memberi dampak yang besar dalam membangun masa depan Indonesia lebih baik.