Fakultas Vokasi UMM Laksanakan Kunjungan dan Sosialisasi Program Kelas Karyawan ke PT Petrokimia Gresik
Gresik, 2 Juni 2026 – Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan profesional dan pekerja industri, Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Fakultas Vokasi melaksanakan kunjungan dan sosialisasi Program Kelas Karyawan ke PT Petrokimia Gresik pada 2 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kerja sama antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri. Rombongan dipimpin oleh Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafaa, M.T., didampingi Sekretaris Fakultas Vokasi, para ketua program studi, serta perwakilan dari masing-masing program studi di lingkungan Fakultas Vokasi, termasuk Program Studi Bisnis Industri Perunggasan. Kehadiran tim menunjukkan komitmen fakultas dalam memperkenalkan berbagai pilihan pendidikan yang fleksibel bagi para pekerja. Dalam kegiatan sosialisasi, tim PMB memaparkan konsep Program Kelas Karyawan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada karyawan aktif untuk melanjutkan pendidikan tanpa mengganggu aktivitas profesional mereka. Selain menjelaskan sistem perkuliahan, tim juga memperkenalkan keunggulan setiap program studi serta peluang pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kunjungan ini, Fakultas Vokasi berharap dapat mempererat sinergi dengan PT Petrokimia Gresik sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi para karyawan untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesional melalui pendidikan vokasi yang aplikatif.
Program Studi Bisnis Industri Perunggasan UMM Berpartisipasi dalam Sosialisasi Kelas Karyawan di PT Petrokimia Gresik
Gresik, 2 Juni 2026 – Program Studi Bisnis Industri Perunggasan turut ambil bagian dalam kegiatan kunjungan dan sosialisasi Tim PMB Fakultas Vokasi mengenai Program Kelas Karyawan yang dilaksanakan di PT Petrokimia Gresik pada 2 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkenalkan pendidikan vokasi kepada kalangan industri. Kegiatan dihadiri oleh Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafaa, M.T., Sekretaris Fakultas Vokasi, para ketua program studi, serta perwakilan dari seluruh program studi di lingkungan Fakultas Vokasi. Kehadiran lintas program studi menunjukkan semangat kolaborasi dalam memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa baru. Pada kesempatan tersebut, tim PMB menyampaikan berbagai informasi mengenai sistem pembelajaran Program Kelas Karyawan yang dirancang lebih fleksibel sehingga dapat diikuti oleh para pekerja. Selain itu, peserta sosialisasi juga memperoleh gambaran mengenai kompetensi lulusan, prospek karier, serta manfaat pendidikan vokasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor industri. Bagi Program Studi Bisnis Industri Perunggasan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan bidang keilmuan yang mengintegrasikan aspek agribisnis, manajemen, dan industri peternakan modern sehingga mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional yang kompeten di masa depan.
Sinergi Pendidikan dan Industri, Tim PMB Fakultas Vokasi UMM Sosialisasikan Program Kelas Karyawan di PT Petrokimia Gresik
Gresik, 2 Juni 2026 – Penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri kembali diwujudkan melalui kunjungan dan sosialisasi Program Kelas Karyawan oleh Tim PMB Fakultas Vokasi ke PT Petrokimia Gresik pada 2 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan alternatif pendidikan tinggi yang fleksibel bagi para profesional yang ingin meningkatkan kompetensi akademik. Rombongan Fakultas Vokasi dipimpin oleh Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafaa, M.T., bersama Sekretaris Fakultas Vokasi, para ketua program studi, serta perwakilan masing-masing program studi di lingkungan Fakultas Vokasi. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung strategi penerimaan mahasiswa baru melalui pendekatan kemitraan dengan dunia kerja. Dalam sosialisasi, tim menjelaskan bahwa Program Kelas Karyawan dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pekerja dengan sistem pembelajaran yang lebih adaptif tanpa mengurangi kualitas pendidikan. Berbagai program studi yang tersedia diperkenalkan sebagai pilihan bagi karyawan yang ingin mengembangkan kompetensi sekaligus meningkatkan jenjang karier. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang semakin erat antara Fakultas Vokasi dan PT Petrokimia Gresik dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia industri yang terus berkembang.
Fakultas Vokasi UMM Perkuat Strategi PMB untuk Mendorong Pertumbuhan Program Studi
Malang, 28 Mei 2026 – Fakultas Vokasi menggelar kegiatan Pertumbuhan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Vokasi sebagai upaya memperkuat daya saing dan meningkatkan jumlah calon mahasiswa di seluruh program studi vokasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Mei 2026 dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafaa, M.T., Sekretaris Fakultas Vokasi, para ketua program studi, serta dosen di lingkungan Fakultas Vokasi. Kegiatan berlangsung dalam suasana diskusi yang aktif dengan menghadirkan narasumber Dr. Rahmat Yuliawan, S.E., M.M., AWP., CHRM., CPM Asia., CSE., Pro yang menyampaikan materi mengenai strategi pemasaran pendidikan dan penguatan branding institusi di era digital. Peserta memperoleh berbagai wawasan tentang pentingnya inovasi promosi, pemanfaatan media digital, serta penyusunan strategi komunikasi yang tepat sasaran. Dalam forum tersebut, setiap program studi didorong untuk membangun identitas yang kuat dan mampu menampilkan keunggulan kompetitifnya kepada masyarakat. Kolaborasi antarprogram studi dan sinergi seluruh sivitas akademika dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan PMB. Melalui kegiatan ini, Program Studi Bisnis Industri Perunggasan bersama seluruh program studi di Fakultas Vokasi diharapkan mampu mengimplementasikan strategi yang lebih adaptif sehingga dapat meningkatkan minat calon mahasiswa sekaligus memperkuat eksistensi pendidikan vokasi di tengah persaingan yang semakin dinamis.
Program Studi Bisnis Industri Perunggasan UMM Ikuti Penguatan Strategi PMB Berbasis Branding dan Digitalisasi
Program Studi Bisnis Industri Perunggasan berpartisipasi dalam kegiatan Pertumbuhan Strategi PMB Vokasi yang diselenggarakan Fakultas Vokasi pada Kamis, 28 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafaa, M.T., Sekretaris Fakultas Vokasi, para ketua program studi, serta dosen di lingkungan Fakultas Vokasi. Fokus utama kegiatan adalah penguatan strategi penerimaan mahasiswa baru melalui pendekatan pemasaran modern dan pengembangan citra program studi. Narasumber, Dr. Rahmat Yuliawan, S.E., M.M., AWP., CHRM., CPM Asia., CSE., Pro, menjelaskan bahwa keberhasilan PMB tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga pada kemampuan program studi membangun nilai dan kepercayaan di mata masyarakat. Peserta diajak memahami pentingnya pemanfaatan media sosial, penyusunan konten yang informatif, serta strategi komunikasi yang mampu menjangkau generasi muda. Selain itu, diskusi juga menekankan perlunya kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan alumni dalam memperkenalkan keunggulan program studi kepada calon mahasiswa. Melalui kegiatan ini, Program Studi Bisnis Industri Perunggasan memperoleh masukan strategis untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan daya tarik program melalui inovasi dan pendekatan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Seminar Strategi PMB Fakultas Vokasi UMM Menjadi Momentum Kolaborasi Seluruh Program Studi
Malang, 28 Mei 2026 – Dalam rangka meningkatkan efektivitas penerimaan mahasiswa baru, Fakultas Vokasi menyelenggarakan seminar bertajuk Pertumbuhan Strategi PMB Vokasi pada 28 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafaa, M.T., Sekretaris Fakultas Vokasi, para ketua program studi, serta dosen dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Vokasi. Seminar menghadirkan Dr. Rahmat Yuliawan, S.E., M.M., AWP., CHRM., CPM Asia., CSE., Pro sebagai narasumber yang memaparkan strategi membangun pemasaran pendidikan yang efektif melalui penguatan branding, analisis kebutuhan calon mahasiswa, dan pemanfaatan teknologi digital. Materi yang disampaikan memberikan perspektif bahwa persaingan perguruan tinggi saat ini menuntut inovasi dalam komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga menjadi wadah bertukar gagasan antarprogram studi mengenai strategi promosi yang telah diterapkan maupun rencana pengembangannya di masa mendatang. Diskusi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas PMB di Fakultas Vokasi. Melalui seminar ini, seluruh sivitas akademika didorong untuk memiliki visi yang sama dalam membangun citra Fakultas Vokasi sebagai pilihan pendidikan yang unggul, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta industri.
Dari Kandang hingga Pasar Global, Mahasiswa Perunggasan UMM Belajar Supply Chain Modern
Perkembangan industri unggas modern membuat sistem rantai pasok atau supply chain menjadi semakin penting dalam menjaga stabilitas distribusi produk pangan. Distribusi ayam dan telur kini tidak lagi hanya bergantung pada hasil produksi peternakan, tetapi juga pada kecepatan logistik, manajemen penyimpanan, hingga ketepatan distribusi ke pasar. Industri poultry modern mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memantau proses pengiriman dan menjaga kualitas produk tetap optimal hingga sampai ke tangan konsumen. Sistem yang terintegrasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing industri unggas nasional di tengah persaingan pasar global. Efisiensi rantai pasok dinilai sangat menentukan keberhasilan industri unggas modern. Keterlambatan distribusi atau lemahnya sistem logistik dapat memengaruhi kualitas produk sekaligus meningkatkan biaya operasional perusahaan. Oleh karena itu, banyak perusahaan unggas mulai menerapkan sistem distribusi berbasis data untuk memastikan proses pengiriman berjalan lebih cepat, aman, dan efisien. Penggunaan teknologi pada sistem penyimpanan dingin, manajemen stok, hingga pemantauan distribusi real time menjadi bagian dari transformasi industri poultry menuju era industri 5.0. Program Studi Bisnis Industri Perunggasan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya supply chain modern dalam industri unggas. Mahasiswa dibekali materi mengenai manajemen rantai pasok, strategi distribusi produk, hingga pengelolaan logistik modern melalui pembelajaran berbasis industri. Pendekatan tersebut dilakukan agar mahasiswa mampu memahami hubungan antara produksi, distribusi, dan kebutuhan pasar secara lebih komprehensif dan profesional. Selain penguasaan aspek teknis, mahasiswa juga dilatih membangun kemampuan komunikasi, analisis, dan kerja sama tim sebagai bekal menghadapi dunia kerja modern. Dukungan dosen, tenaga kependidikan, serta atmosfer akademik yang progresif membuat mahasiswa lebih siap mengikuti perkembangan industri unggas global yang terus berubah. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Bisnis Industri Perunggasan UMM dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan mampu memahami industri unggas modern dari proses produksi hingga distribusi ke pasar global.
Bisnis Industri Perunggasan UMM Bahas Ancaman Flu Burung dan Pentingnya Biosecurity Modern
Meningkatnya kasus flu burung di sejumlah negara kembali menjadi perhatian serius dalam industri perunggasan global. Penyakit unggas yang mudah menular tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan produktivitas peternakan, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas pasokan pangan dan aktivitas perdagangan internasional. Situasi ini membuat banyak pelaku industri mulai memperketat pengawasan kesehatan ternak serta meningkatkan sistem keamanan peternakan untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit. Dalam industri unggas modern, pencegahan kini menjadi langkah utama yang dinilai jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah wabah terjadi. Penerapan biosecurity modern menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga keberlanjutan industri poultry nasional. Sistem tersebut mencakup pengawasan lalu lintas ternak, sanitasi kandang, kontrol kualitas pakan dan air, hingga penggunaan peralatan yang higienis dalam aktivitas peternakan. Standar biosecurity yang baik dinilai mampu membantu peternak mengurangi potensi penyebaran penyakit sekaligus menjaga kualitas produksi unggas tetap optimal. Kesadaran terhadap pentingnya mitigasi risiko juga mulai berkembang di kalangan perusahaan dan peternak rakyat sebagai bagian dari adaptasi terhadap tantangan industri modern. Program Studi Bisnis Industri Perunggasan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut memberikan perhatian terhadap pentingnya penguatan sistem kesehatan unggas melalui proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai biosecurity, manajemen kesehatan ternak, serta pengendalian penyakit unggas secara lebih komprehensif. Materi pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dikembangkan secara aplikatif agar mahasiswa mampu memahami kondisi nyata yang dihadapi industri poultry modern. Lingkungan akademik yang aktif dan dinamis membuat mahasiswa lebih terbuka terhadap isu kesehatan ternak global dan perkembangan teknologi peternakan modern. Dukungan dosen, tenaga kependidikan, serta berbagai kegiatan akademik berbasis industri turut membantu mahasiswa meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui pendekatan tersebut, Program Studi Bisnis Industri Perunggasan UMM terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan unggas, keberlanjutan industri, dan perkembangan poultry modern di masa depan.
Urban Farming dan Backyard Poultry Mulai Diminati Generasi Muda
Tren urban farming dan backyard poultry mulai berkembang di berbagai kota besar seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup produktif dan berkelanjutan. Budidaya unggas skala rumah tangga kini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari pola hidup modern yang lebih sehat dan mandiri. Pemanfaatan lahan sempit untuk memelihara ayam petelur, ayam hias, maupun unggas lainnya mulai banyak dilakukan karena dinilai praktis, fleksibel, dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sektor peternakan unggas semakin dekat dengan kehidupan masyarakat urban, khususnya generasi muda. Konsep backyard poultry berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ketersediaan pangan mandiri dan ramah lingkungan. Selain menghasilkan telur atau produk unggas untuk kebutuhan sehari-hari, sistem budidaya skala kecil juga dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih produktif di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Desain kandang modern yang lebih bersih, efisien, dan estetis membuat urban farming unggas semakin diminati sebagai bagian dari gaya hidup masa kini. Perkembangan media sosial juga turut mendorong popularitas tren tersebut melalui berbagai konten edukasi dan inspirasi budidaya unggas rumahan. Akademisi Program Studi Bisnis Industri Perunggasan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melihat fenomena ini sebagai peluang baru dalam pengembangan agribisnis unggas kreatif. Mahasiswa mulai diajak memahami bahwa industri unggas tidak selalu identik dengan peternakan skala besar, tetapi juga memiliki ruang inovasi luas pada sektor urban farming dan usaha berbasis komunitas. Pendekatan pembelajaran dikembangkan secara lebih adaptif agar mahasiswa mampu melihat peluang bisnis dari berbagai sudut pandang yang sesuai dengan perkembangan gaya hidup masyarakat modern. Dukungan dosen, tenaga kependidikan, serta kegiatan akademik yang aktif menciptakan suasana belajar yang inspiratif dan progresif di lingkungan Bisnis Industri Perunggasan UMM. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami teori budidaya unggas, tetapi juga didorong membangun kreativitas, inovasi, dan keberanian berwirausaha di sektor agribisnis modern. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan unggas yang relevan dengan kebutuhan industri dan gaya hidup masyarakat masa kini, sekaligus memperlihatkan komitmen UMM dalam mencetak generasi poultrypreneur yang adaptif dan berdaya saing global.
Prospek Ekspor Produk Olahan Unggas Indonesia Tahun 2026
Produk olahan unggas Indonesia diprediksi memiliki peluang besar di pasar internasional sepanjang tahun 2026. Permintaan terhadap produk pangan praktis dan berkualitas terus meningkat di berbagai negara, khususnya di kawasan Asia dan Timur Tengah. Produk seperti nugget ayam, sosis, bakso ayam, hingga telur olahan mulai diminati karena dinilai lebih praktis, memiliki daya simpan yang baik, serta mampu memenuhi kebutuhan konsumsi modern. Kondisi tersebut membuka peluang baru bagi industri pengolahan unggas nasional untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global. Peningkatan peluang ekspor produk olahan unggas didukung oleh perkembangan teknologi pengolahan pangan dan sistem distribusi yang semakin modern. Industri unggas kini mulai fokus pada peningkatan kualitas produk, keamanan pangan, serta inovasi kemasan agar mampu memenuhi standar internasional. Selain itu, penguatan branding dan strategi pemasaran global menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar luar negeri terhadap produk unggas Indonesia. Dengan potensi sumber daya yang besar, industri unggas nasional dinilai memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu pemain utama di kawasan regional. Akademisi Program Studi Bisnis Industri Perunggasan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menilai bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan industri pengolahan unggas modern. Mahasiswa mulai diperkenalkan pada strategi pemasaran global, pengolahan produk unggas, hingga peluang ekspor agroindustri melalui pembelajaran yang lebih terintegrasi dan aplikatif. Pendekatan tersebut bertujuan agar mahasiswa mampu memahami hubungan antara proses produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran produk unggas di pasar internasional. Dukungan dosen, tenaga kependidikan, serta lingkungan akademik yang aktif dan inovatif membuat mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan industri modern yang semakin kompetitif. Selain memahami aspek teknis budidaya, mahasiswa juga dilatih memiliki kemampuan analisis bisnis, komunikasi, dan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan industri global. Hal tersebut menunjukkan komitmen Program Studi Bisnis Industri Perunggasan UMM dalam mencetak lulusan profesional yang siap bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan industri unggas Indonesia di pasar internasional.