Malang , Program Studi Agribisnis Unggas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi memperkuat arah visi dan misi kelembagaannya dengan melakukan pembaruan kurikulum, nomenklatur program studi yang lebih relevan dengan arah industri, serta penguatan link and match dengan pelaku bisnis perunggasan nasional. Langkah ini dilakukan sebagai respon atas meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia pada sektor industri perunggasan yang kian bertumbuh pesat di Indonesia.
“Kami melihat bahwa industri unggas bukan hanya soal produksi, tetapi juga manajemen rantai pasok, teknologi digital, logistik protein, dan pemasaran modern. Karena itu, kurikulum kami diperbarui agar mahasiswa benar-benar siap masuk ke industri,” ujar Ketua program studi, Wahid Muhammad Shodiq, di Kampus UMM.
Pembaruan nomenklatur program studi dilakukan untuk mencerminkan positioning baru sebagai sekolah bisnis perunggasan. Selain itu, UMM juga memperkenalkan wacana nama modern yang lebih adaptif dengan arah poultry business, supply chain, dan digital farming.
Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu produsen ayam terbesar di ASEAN dan terus mengalami pertumbuhan pada sektor hilir, distribusi dingin (cold chain), hingga pasar retail modern. Kebutuhan akan tenaga ahli vokasi di bidang bisnis industri perunggasan diproyeksikan meningkat sejalan dengan transformasi teknologi digital dan persaingan global.
Dengan pembaruan ini, UMM menargetkan calon mahasiswa dari seluruh Indonesia yang berminat menekuni poultry business and industry secara profesional. “Harapan kami, para calon pembelajar dapat menjadikan UMM sebagai rujukan utama kampus bisnis perunggasan nasional,” lanjut Wahid.
