Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasional di Indonesia. Melalui Program Studi Agribisnis Unggas, UMM tengah melakukan modernisasi kurikulum dan penyegaran brand akademik untuk menjawab kebutuhan industri unggas di era digital. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menyapa pasar masa depan generasi pembelajar baru yang ingin masuk ke dunia bisnis unggas yang semakin modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan industri unggas tercepat di Asia. Transformasi digital di sektor peternakan presisi (precision farming), pengolahan protein, logistik dingin (cold chain), distribusi daring, hingga pemasaran digital membuka peluang baru bagi talenta muda yang ingin berkarier di sektor pangan dan protein hewani. Di sinilah UMM menyiapkan diri untuk menjadi pusat pengembangan talenta unggas masa depan.

“Generasi baru membutuhkan ruang belajar yang tidak hanya bicara kandang dan produksi, tetapi juga bisnis, supply chain, data, dan inovasi. Itulah arah penguatan yang sedang kami lakukan,” ujar Festy Putri, Dosen Program Agribisnis Unggas UMM.

Melalui pembaruan kurikulum, mahasiswa nantinya tidak hanya mempelajari produksi unggas, tetapi juga akan dibekali kompetensi digital seperti:

Pihak kampus juga tengah mengkaji nomenklatur baru yang lebih komunikatif dan visioner agar publik mudah memahami positioning program ini sebagai “Sekolah Bisnis Perunggasan Masa Depan”. Dengan konsep tersebut, calon mahasiswa dari seluruh Indonesia dapat melihat peluang karier yang lebih luas: mulai dari industri pakan, breeding, broiler production, processing, retail protein, hingga startup pangan berbasis unggas.

“Target kami jelas: mencetak poultry business leaders yang tidak hanya ikut industri, tetapi memimpin perubahan industri unggas nasional,” tambah Festy.

Kehadiran program ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan pasar tenaga kerja yang mulai bergeser dari produksi konvensional menuju ekosistem industri berbasis data. Perusahaan-perusahaan pangan ternama kini membutuhkan talenta yang memahami manajemen, bisnis, teknologi, kualitas pangan, serta pemasaran digital secara bersamaan.

Bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang pangan, teknologi, dan bisnis, pembaruan brand akademik ini menjadi sinyal kuat bahwa pintu masa depan industri unggas tengah dibuka lebar oleh UMM. Pendidikan vokasional bukan lagi sekadar ruang praktik, tetapi transformasi menuju pusat inovasi industri protein unggas.