Batu, 27 Januari 2026 — Program Studi Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat jejaring dan kemitraan strategis dalam rangka meningkatkan daya saing mahasiswa dan alumni di tingkat internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi dan diskusi kolaboratif yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Agribisnis Unggas UMM, Wahid Muhammad Shodiq, bersama dosen Agribisnis Unggas, Festy Putri Ramadhani. Dari pihak BBPP Batu, hadir dr. Hardi yang turut memberikan pandangan strategis terkait penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang peternakan dan agribisnis unggas.

Kaprodi Agribisnis Unggas Wahid Muhammad Shodiq, S.P., M.P. menegaskan bahwa penguatan kemitraan dengan lembaga pelatihan nasional seperti BBPP Batu merupakan langkah strategis untuk mendukung internasionalisasi program studi vokasi. Menurutnya, mahasiswa vokasi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga wawasan global, kemampuan adaptif, serta standar kerja yang selaras dengan kebutuhan industri internasional.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk membangun ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan industri, sehingga lulusan Agribisnis Unggas UMM memiliki daya saing yang kuat, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P. menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan pemerintah membuka peluang pengembangan program magang, pelatihan bersertifikat, hingga riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri perunggasan modern. Ia menekankan pentingnya integrasi antara kurikulum akademik dan standar kompetensi kerja yang diakui secara luas.

Sementara itu, Bapak Dr. Hardi, S.ST, S.Pt, M.M. dari BBPP Batu menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa BBPP Batu sebagai pusat pelatihan peternakan memiliki peran strategis dalam peningkatan kapasitas SDM, termasuk mahasiswa vokasi yang dipersiapkan untuk menjadi pelaku agribisnis unggas profesional. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pelatihan akan memperkuat transfer teknologi, inovasi, serta penerapan praktik terbaik di lapangan.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk mendorong kerja sama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan kompetensi berbasis industri, pelatihan teknis, serta penguatan jejaring profesional yang mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi pasar global.

Dengan langkah strategis ini, Vokasi Agribisnis Unggas UMM semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan terapan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan lulusan unggul yang mampu berkontribusi secara profesional di tingkat internasional.