Bojonegoro, 16 Februari 2026 – Komitmen akademisi dalam mendukung penguatan sektor pertanian kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini dipimpin oleh Wahid Muhammad Shodiq selaku Kaprodi Agribisnis Unggas UMM, bersama anggota tim Festy Putri Ramadhani dan Nur Izzatul Maulidah, pada Senin (16/2) di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

Mengusung tema pemberdayaan petani tembakau melalui optimalisasi teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal, program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga nilai-nilai tradisional yang telah lama menjadi bagian dari sistem budidaya masyarakat setempat. Pendekatan ini menekankan bahwa inovasi tidak harus menghilangkan praktik lokal, melainkan memperkuat dan menyempurnakannya.

Dalam sambutannya, Wahid menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya sebatas pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian nyata kepada masyarakat. “Teknologi harus aplikatif, mudah diakses, dan sesuai dengan kondisi riil petani. Pendampingan menjadi kunci agar inovasi benar-benar berdampak,” ujarnya.

Kegiatan ini meliputi pemaparan materi teknis budidaya, strategi peningkatan mutu hasil panen, serta diskusi terbuka terkait tantangan yang dihadapi petani, seperti efisiensi proses pengeringan dan stabilitas kualitas daun tembakau. Antusiasme peserta menunjukkan adanya kebutuhan akan pendampingan yang berkelanjutan dan terstruktur.