Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai membawa perubahan besar dalam industri perunggasan modern. Teknologi ini dimanfaatkan untuk membantu berbagai aktivitas peternakan, mulai dari pemantauan suhu kandang, pengaturan kelembapan udara, hingga pendeteksian kesehatan ayam secara otomatis. Kehadiran AI membuat proses produksi menjadi lebih efisien karena peternak dapat memantau kondisi ternak secara real time melalui sistem digital. Konsep smart poultry farming kini berkembang pesat sebagai bagian dari transformasi industri peternakan modern di era industri 5.0.
Teknologi berbasis AI juga membantu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan mengurangi risiko kerugian produksi. Sensor dan kamera digital mampu membaca perilaku ayam, mendeteksi gejala penyakit lebih awal, serta memberikan data yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Penggunaan teknologi ini menjadi peluang besar bagi industri unggas Indonesia untuk berkembang lebih modern dan mampu bersaing di tingkat global. Selain meningkatkan produktivitas, digitalisasi peternakan juga dinilai mampu menciptakan sistem usaha yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Akademisi Program Studi Bisnis Industri Perunggasan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menilai perkembangan AI dalam sektor poultry sebagai peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam industri berbasis teknologi. Mahasiswa mulai diperkenalkan dengan perkembangan industri unggas modern melalui pembelajaran mengenai digitalisasi peternakan, analisis data produksi, serta efisiensi usaha berbasis teknologi. Pembelajaran tersebut bertujuan agar mahasiswa mampu memahami kebutuhan industri masa depan yang semakin dinamis dan inovatif.